Tampilkan postingan dengan label DIVISI UTAMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DIVISI UTAMA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Juni 2009

Kuota Terbentur Kapasitas Tribun


BADAN Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) sebenarnya tidak memberikan batasan kuota bagi suporter di laga playoff nanti. Persebaya Surabaya dan PSMS Medan boleh mengerahkan suporter dalam partai playoff di Stadion Siliwangi, Bandung. Suporter Persebaya diberi hak menempati tribun sisi utara. Pendukung PSMS disediakan tempat di tribun selatan.

"Karena tiket yang kami cetak hanya 13 ribu dan mempertimbangkan kapasitas tribun, kedua suporter kebagian sekitar enam ribu tiket," kata Kokoh Afiat, direktur umum BLI.

Namun, BLI bakal mempertimbangkan kondisi di lapangan pada 30 Juni nanti. Jika ternyata suporter Persebaya lebih banyak, mereka akan diberi ruang lebih daripada pendukung PSMS. Demikian juga sebaliknya.

Meski BLI memberikan kelonggaran, tampaknya jumlah suporter kedua tim diperkirakan tidak sampai sepuluh ribu. Perkiraan itu didasarkan pada keterangan dari suporter kedua tim.

Bonekmania (pendukung Persebaya), misalnya. Mereka menyebut bahwa jumlah suporter yang berangkat ke Bandung secara terkoordinasi tidak lebih dari dua ribu orang. "Berdasar data yang kami dapat saat ini, jumlah suporter kami yang berangkat sekitar 1.500. Kami akan berangkat ke Bandung Senin nanti (29/6)," terang Nur Hasim, pentolan Bonekmania.

Hasim mengatakan, jumlah tersebut bisa bertambah. Hal itu mengingat kebiasaan suporter Persebaya selama ini. Yakni, jumlah suporter yang tidak terkoordinasi dalam setiap lawatan Persebaya selalu banyak. Bahkan, jumlahnya sering lebih banyak daripada yang terkoordinasi. "Tidak menutup kemungkinan suporter Persebaya di Bandung nanti mencapai lima ribuan," sebut Hasim.

Dari kubu pendukung PSMS, suporter PSMS yang terdaftar dalam tur ke Bandung baru 600 orang. "Kami akan berangkat bersama-sama dari Jakarta. Jumlahnya hanya 600 orang karena pertandingan berlangsung di hari kerja," tutur Tonny Nainggolan, ketua Kampak FC, salah satu wadah suporter PSMS. (fim/bas)

Selasa, 23 Juni 2009

Playoff Resmi Pindah ke Siliwangi

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihzEHXoId-42-ewuvNisP_VAFMkd8d_53DR3YY7Q_G4lV1mEMmgOCQnY_f2808C8IBfj80nyQqN9Tp-OCtLI6QPrhGNY7Jo1EBXJ8BAdqvgJpyV7Mr-HAfkioQufzMlVaUtJzGdCCL10U/s400/S3010035.JPGBadan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) akhirnya benar-benar memindah tempat pertarungan playoff. Duel yang mempertemukan Persebaya Surabaya kontra PSMS Medan itu bakal dimainkan di Stadion Siliwangi, Bandung.

"Dengan beberapa pertimbangan, kami akhirnya memutuskan memindahkan tempat pertandingan playoff dari Stadion Jalak Harupat ke Stadion Siliwangi," kata Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono kemarin (23/6).

Salah satu pertimbangan pemindahan itu adalah faktor suporter. Dengan dimainkan di Stadion Siliwangi, suporter dua tim tersebut akan lebih mudah mencapai stadion. Selain itu, suporter lebih mudah dikendalikan. Faktor tim dan penyelenggaraan pertandingan juga menjadi pertimbangan BLI.

Terkait kualitas lapangan, BLI menganggap Stadion Siliwangi cukup baik. Sebab, BLI telah melakukan verifikasi terhadap Stadion Siliwangi. Bahkan, pada Indonesia Super Laegue (ISL), stadion tersebut menjadi home base tiga tim sekaligus. Yakni, Persib Bandung, PSMS Medan, dan Persita Tangerang. "Perlu diingat, Persib pindah ke Jalak Harupat dulu bukan karena faktor lapangan. Tapi, lebih pada kapasitas stadion," ungkap Joko.

Untuk playoff nanti, BLI yakin bahwa kapasitas stadion tidak akan menjadi masalah. Regulator kompetisi profesional Indonesia tersebut memprediksi, jumlah penonton playoff tidak akan sebanyak ketika Persib bertanding di Stadion Siliwangi. Karena itu, mereka berani memindahkan tempat playoff ke Stadion Siliwangi.

"Kami rasa, Stadion Siliwangi sudah cukup untuk menampung penonton playoff. Dengan keyakinan tersebut, kami pun hanya mencetak 13 ribu tiket. Kami tidak membatasi kuota suporter kedua tim," papar Direktur Umum BLI Kokoh Afiat. Tiket nantinya terbagi dalam tiga kategori. Ada tiket VVIP, VIP, dan ekonomi. Tiket VVIP dibanderol Rp 50 ribu. Tiket VIP dihargai Rp 30 ribu. Tiket ekonomi dilepas dengan harga Rp 15 ribu. "Tiket terbanyak adalah kelas ekonomi. Ekitar 10 ribu. Itu untuk tribun timur, utara, dan selatan," jelasnya. (fim/diq)

Berharap Kontrak Naik

The image “http://i188.photobucket.com/albums/z319/Hendsmaster/PSPS_PekanbaruLogo.gif” cannot be displayed, because it contains errors.Kedatangan Abdul Rahman Gurning yang direncanakan Sabtu (20/6) tertunda. Pelatih yang mengantarkan PSPS ke Indonesia Super League (ISL) itu baru tiba kemarin (23/6) karena tak kebagian tiket pesawat. Meski tak mengetahui tujuan manajemen PSPS memanggil dirinya, Gurning yakin bahwa pemanggilan tersebut berkaitan dengan kontrak baru.

Berapa kontrak yang diminta? ''Sulit untuk bicara angkanya. Tapi, saya berharap PSPS mengerti. Musim lalu, PSPS main di Divisi Utama. Tapi, musim depan kan Indonesia Super League. Jadi, ada perbedaan,'' jelas pelatih yang juga pernah membawa Persitara Jakarta Utara ke ISL itu.

Gurning mengaku tak terlalu mengutamakan masalah uang. Dia sudah menganggap PSPS seperti keluarga. ''Kalau masalah uang, semua orang perlu uang. Termasuk saya. Tapi, saya pikir, masalah kontrak baru di PSPS masih bisa dibicarakan,'' katanya.

Awal musim lalu, dia memutuskan memilih PSPS dan membatalkan melatih PKT Bontang karena jauh dari keluarga di Medan. ''Pekanbaru ke Medan kan dekat. Makanya, saya tetap di PSPS,'' ungkapnya. Dia tak menjelaskan berapa besar kontrak lamanya bersama PSPS dan kontrak baru yang akan ditawarkan ke manajemen PSPS. Yang jelas, standar pelatih di ISL jauh berbeda daripada pelatih di Divisi Utama. ''Saya rasa manajemen PSPS tahu itu,'' ujarnya. (das/jpnn/diq)

Senin, 22 Juni 2009

Kompetisi Amatir Dimulai dari Daerah

Kompetisi Amatir Dimulai dari Daerah
Sebenarnya, tidak banyak perubahan dari kompetisi amatir seperti Divisi I, Divisi II, dan Divisi III. Hanya jumlah peserta yang berubah. Jumlahnya lebih menggelembung daripada musim lalu. Format atau regulasi juga tak banyak berubah.

Regulasi menyangkut pemain, misalnya. Tim-tim Divisi I tetap diperkenankan menggunakan pemain tanpa batas usia. Asal, status mereka adalah pemain amatir. "Aturan Divisi II dan Divisi III pun masih sama. Dua divisi itu tetap menggunakan pemain dengan pembatasan umur," kata Ketua Badan Liga Sepak Bola Amatir (BLA) Subardi.

Divisi II adalah kompetisi pemain U-23. Setiap klub diberi kuota mendaftarkan lima pemain dengan usia bebas. Tapi, hanya tiga yang dimainkan. Aturan serupa diterapkan Divisi III. Hanya, batasan umurnya lebih muda. Divisi III merupakan ajang pemain U-21.

Format kompetisi juga sama dengan musim sebelumnya. Kompetisi amatir dimulai dari daerah. "Kami membagi wilayah berdasarkan geogafis. Babak awal dimulai dari daerah. Kemudian berlanjut ke wilayah daerah yang lebih luas. Setelah itu, baru menjadi babak nasional," paparnya.

Divisi I musim depan yang dihuni 66 tim bakal dibagi dalam 12 grup. Dua tim dari masing-masing grup akan diambil. Mereka berhak tampil pada babak kedua yang terdiri atas delapan grup. Dari situ, masing-masing menempatkan dua wakil pada babak ketiga yang memainkan empat grup.

Setelah itu, masuk babak delapan besar. "Penentuan juara akan dilakukan dengan sistem setengah kompetisi yang mempertemukan empat tim. hal serupa diterapkan Divisi II dan Divisi III. Intinya, kompetisi di daerah lebih dulu, baru ke tingkat nasional," kata Subardi. [fim/diq/jawapos]

Divisi Utama 2009/2010 Mekar Jadi Tiga Wilayah

Mekar Jadi Tiga Wilayah
Jumlah kontestan divisi utama musim depan bertambah banyak. Kompetisi sepak bola nasional kasta kedua itu bakal dihuni 36 tim atau bertambah dua slot daripada musim lalu.

Perubahan jumlah peserta tersebut menjadikan format divisi utama turut berubah. "Divisi utama musim depan akan dibagi tiga wilayah. Masing-masing wilayah diisi 12 tim. Begitulah keputusan Raparnas 2009," urai Mafirion, anggota komite eksekutif PSSI.

Pembagian tiga wilayah itu sama dengan divisi utama musim 1996/1997 dan 1997/1998. Hanya, jumlah kontestannya berbeda. Pada musim 1996/1997, pesertanya 33 klub. Setiap wilayah diisi 11 tim. Pada musim 1997/1998, jumlah kontestannya 31 klub. Dua wilayah dihuni 10 klub, sedangkan satu wilayah lain berisi 11 klub.

Pembagian wilayah musim depan pun sama. Ada wilayah I atau wilayah barat, wilayah II atau wilayah tengah, dan wilayah III atau wilayah timur. Pembagian tim yang masuk setiap wilayah akan disesuaikan dengan letak geografis.

Dari setiap wilayah itu, dua tim terbawah akan terdegradasi ke divisi I. Jadi, ada enam tim yang terdegradasi. Demikian sebaliknya, tim yang promosi ke divisi utama musim 2010/2011 pun enam tim.

Di sisi lain, tim yang promosi ke ISL tetap tiga klub. Satu lainnya akan mendapatkan jatah playoff melawan peringkat 15 ISL. Meski yang promosi tiga tim dan terbagi tiga wilayah, juara grup setiap wilayah tidak otomatis naik ke ISL.

"BLI tetap memberlakukan babak delapan besar, semifinal, perebutan tempat ketiga, dan final. Dari situlah penentuan tim yang promosi ke ISL," jelas Joko Driyono, direktur kompetisi BLI.

Tim yang berhak melaju ke delapan besar adalah dua tim teratas di setiap grup. Dua jatah sisa merupakan milik dua tim peringkat tiga terbaik. "Itu sudah sesuai dengan draf atau manual," kata Joko. [fim/diq/jawapos]

ISL Tetap, Berubah di Divisi Bawah : Format Kompetisi Musim 2009/2010

Format Kompetisi Musim 2009/2010
Kompetisi sepak bola nasional musim 2008/2009 telah berakhir, baik level profesional maupun amatir. Lantas, bagaimana kompetisi musim depan, adakah yang berubah?

Secara garis besar, kompetisi sepak bola nasional musim 2009/2010 tidak jauh berbeda dengan kompetisi musim lalu. Kompetisi sepak bola nasional musim depan tetap terdiri atas lima divisi. Dua strata berstatus profesional yang dikelola oleh Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI). Tiga lainnya berstatus amatir yang dikendalikan oleh Badan Liga Sepak Bola Amatir (BLA).

Yang masuk level profesional adalah kompetisi Indonesia Super League (ISL) dan Divisi Utama. Untuk kompetisi amatir, ada Divisi I, Divisi II, dan Divisi III.

"Sesuai dengan keputusan Raparnas 2009, kompetisi tetap lima Divisi. Hanya, untuk jumlah kontestan, ada perubahan," tutur Mafirion, anggota komite eksekutif PSSI sekaligus juru bicara otoritas sepak bola nasional tersebut.

Perubahan jumlah kontestan itu berlaku untuk kompetisi di bawah ISL. Untuk ISL, jumlahnya tetap 18 tim. Pesertanya adalah 14 tim yang menghuni posisi pertama hingga ke-14 pada kompetisi musim lalu. Termasuk, tiga tim promosi, yakni Persisam Putra Samarinda, Persema Malang, dan PSPS Pekanbaru. Satu lagi adalah pemenang playoff antara PSMS Medan kontra Persebaya Surabaya yang akan dimainkan pada 30 Juni nanti.

Untuk jumlah peserta Divisi Utama, Divisi I, dan Divisi II, ada penambahan. Divisi Utama musim 2008/2009 bakal diisi 36 tim. Jumlah itu lebih banyak daripada musim lalu, yakni 34 tim. Dengan penambahan tersebut, tim yang promosi ke Divisi Utama bertambah. Yang semula delapan tim menjadi sepuluh tim. Di antaranya, Mojokerto Putra, PPSM Sakti Magelang, Persiram Raja Ampat, Persidafon Dafonsoro, Pro Duta Bandung, Persires Rengat, PS Banyuasin, dan Persipro Probolinggo.

Dua tim lagi adalah Persipasi Bekasi dan PSBI Blitar. Mereka menggantikan tiga tim yang terdegradasi dari hasil persaingan kompetisi musim lalu. Yaitu, PSP Padang, Persibat Batang, dan Persekabpas Kabupaten Pasuruan.

Mereka sekaligus menggantikan tim-tim yang tidak menggunakan kesempatan berkompetisi di Divisi Utama musim lalu. Tim yang absen musim lalu itu adalah Persegi Gianyar, Persma Manado, Persmin Minahasa, Persiter Ternate, dan Persidago Gorontalo.

Jika Divisi Utama musim depan dihuni 36 tim, Divisi I bakal diisi 66 tim. Jumlah itu bertambah 18 tim dibandingkan musim 2008/2009. Musim lalu, kuota Divisi I adalah 48 tim. Divisi II jumlahnya pun melonjak tajam. Jika 85 klub meramaikan musim 2008/2009, dalam kompetisi 2009/2010 jumlahnya menjadi seratus tim.

"Perubahan itu kami lakukan atas dasar kesulitan pendanaan yang dialami tim-tim pada musim 2008/2009. Dengan penambahan jumlah tim, pembagian wilayah bisa diperbanyak dengan pendekatan geografis," dalih Mafirion.

Lantas, kapan kompetisi musim 2009/2010 dimulai? Kompetisi profesional bakal dimulai pada Oktober nanti. Tepatnya, selepas pelantikan presiden Indonesia periode 2009-2014. Presiden Indonesia masa bakti 2009-2014 akan dikukuhkan pada 20 Oktober mendatang.

"Kompetisi akan bergulir mulai Oktober 2009 hingga pertengahan Mei 2010," terang Joko Driyono, direktur kompetisi BLI (Badan Liga Sepak Bola Indonesia).

Sayang, Joko belum berani menyebutkan tanggal pasti dimulainya kompetisi. Pria asal Ngawi tersebut hanya menuturkan bahwa kickoff ISL sangat mungkin lebih dulu daripada kickoff Divisi Utama.

"Untuk penetapannya, kami masih menunggu hasil pembicaraan dengan klub dan tim nasional. Khusus tim nasional, mereka nanti kan punya agenda SEA Games dan Pra-Piala Asia 2011. Kami ini mendapat masukan terbaik agar kompetisi bisa berakhir Mei 2010," ujar Joko.

Jadwal kompetisi amatir juga direncanakan bergulir mulai Oktober nanti. Tapi, BLA tidak menunggu penetapan presiden. Mereka akan menjalankan kompetisi dua atau tiga pekan setelah Idul Fitri. Hari besar umat Islam itu jatuh pada 21 September nanti.

"Potakan utama kami sebenarnya pemilihan presiden (pilpres). Jika pilpres hanya satu putaran, beberapa pekan setelah pilpres putaran pertama kami akan menjalankan kompetisi," papar Subardi, ketua BLA.

Pilpres putaran pertama akan dihelat pada 8 Juli nanti. Subardi menambahkan, jika pilpres berlangsung dua putaran, kompetisi Divisi I, Divisi II, dan Divisi III bakal digulirkan sesudah Idul Fitri. Pasalnya, pilpres putaran kedua dilaksanakan pada 8 September mendatang atau bertepatan dengan Ramadan.

"Kompetisi amatir paling cepat diadakan pada 15 Juli. Tapi, jika ada pilpres putaran kedua, kompetisi amatir akan dihelat Oktober mendatang," sebut Subardi ketua BLA. [miftakhul faham syah/diq/jawapos]

Minggu, 21 Juni 2009

Sartono Tunggu Tunggu Kepastian Manajemen

http://www.harianjogja.com/web2/img/gallery/20090609115505_Sartono-Anwar_sur2009.jpgSartono Anwar jadi kandidat kuat kembali menangani Persibo Bojonegoro. Tapi, itu bukan jaminan mantan pelatih PSIS Semarang tersebut segera bergabung dengan tim asal Kota Ledre itu.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan, Sartono akan lepas. Ini disebabkan belum mendapatkan kejelasan dari manajemen Persibo apakah dia kembali dikontrak atau tidak.

"Pembicaraan saya dengan Pak Imam Sardjono (mantan asisten manajer bidang teknis Persibo, Red) belum mencapai titik pasti saat terakhir bertemu dalam acara pembubaran Persibo beberapa waktu lalu," kata Sartono tadi malam.

Meski belum ada kepastian, Sartono mengaku dirinya masih menunggu kepastian dari manajemen untuk beberapa saat lamanya. "Memang saya bertemu dengan Pak Imam Sardjono. Begitu pula terkait pembicaraan kepelatihan musim mendatang. Namun, sekali lagi pembicaraan itu belum ada kepastian," ulangnya.

Karena belum adanya kejelasan nasih itulah, Sartono mengaku dirinya juga menunggu peluang dari beberapa klub yang akan meminangnya. (rij/jpnn/diq)

Pengurus Persebaya Sebatas Embuskan Rumor

Persebaya gencar menggelindingkan wacana perekrutan pelatih. Setelah dua nama pelatih muda, Fandi Ahmad dan Jaya Hartono, diambangkan Pengurus Persebaya sebagai bidikannya untuk musim depan, mereka juga menyebut Rudy William Keltjes sebagai salah seorang bidikannya.

Namun, sejauh ini, tim berjuluk Green Force itu sebatas mengembuskan rumor. Pengurus Persebaya belum bisa melangkah lebih jauh untuk melancarkan upaya menggaet salah seorang di antara tiga kandidat tersebut.

Itu tak lepas dari permasalahan finansial Persebaya. Prediksi menyebut bahwa tim asal Kota Pahlawan tersebut dan tim-tim berlatar belakang perserikatan di tanah Jawa lainnya tidak akan jauh dari problem pendanaan. Hal itu tak lepas dari ketentuan Permendagri 59/2007 yang melarang tim-tim profesional, seperti Persebaya, mendapatkan dana APBD. Kalau sudah begitu, ke depan pemasukan dari unsur sponsor dan penonton akan menjadi tulang punggung finansial Persebaya.

Karena itu, Ketua Harian Persebaya Cholid Ghoromah mengaku bahwa pengurus telah memperhitungkan peta kekuatan finansial Persebaya. Namun, dia masih menutup perhitungan tersebut kepada media.

''Nanti dulu saja setelah playoff. Saat ini, kami konsentrasi tim baru ke playoff dulu. Dan yang jelas, kami berharap agar penonton tetap memadati Gelora 10 Nopember ketika Persebaya melakukan pertandingan home di masa mendatang,'' ujar Cholid.

"Rencana itu memang ada. Tapi yang jelas, kami masih melakukan berbagai pertimbangan," lanjutnya.

Terlepas dari itu, Cholid menyebut bahwa Keltjes adalah sosok yang cocok melatih Persebaya. ''Keltjes merupakan pelatih yang kaya pengalaman dan punya karakter untuk membina pemain muda Persebaya,'' terangnya.

Saat dihubungi, Keltjes menyatakan sangat respek dengan ungkapan Cholid itu. Jika memang Persebaya memiliki visi dan misi utnuk berprestasi, dia mengatakan mau menangani tim asal Kota Pahlawan tersebut. ''Sebagai orang Surabaya, tentunya saya juga akan membantu Persebaya,'' jelas mantan pemain Niac Mitra di era 1980-an tersebut. (uan/diq)

Jumat, 19 Juni 2009

Persebaya Tampik Isu Keretakan Tim

Tampik Isu Keretakan Tim

Untuk kesekian kalinya Persebaya harus menampik isu keretakan tim. Bantahan kali ini dilontarkan pelatih Aji Santoso. Isu itu kembali muncul setelah sejumlah pemain absen dalam acara syukuran HUT Persebaya.

Usai memimpin latihan anak asuhnya di Stadion Gelora 10 Nopember kemarin (19/6), Aji menegaskan bahwa kondisi internal tim yang ditanganinya masih kondusif. 'Tidak ada keretakan di tim. Kalaupun kemarin (Kamis 18/6) mereka absen, itu disebabkan paginya saya berikan latihan fisik,' jelasnya.

Dengan demikian, mereka diperbolehkan beristirahat pada siangnya. 'Kalau sore ada yang jalan-jalan di mal, saya rasa itu normal-normal saja,' ungkapnya.

Disinggung soal materi latihan, Aji menyatakan tetap fokus pada latihan organisasi. Dia terus membiasakan anak asuhnya memperkuat barisan pertahanan. Salah satunya, memainkan empat defender yang diduelkan dengan lima penyerang.

'Latihan ini penting untuk membangun organisasi pertahanan. Sebaik apa pun penyerangan, kalau tidak diimbangi pertahanan yang bagus, hasilnya tidak akan maksimal,' jelasnya.

Mantan bek kiri timnas Indonesia itu menyatakan tetap membuka peluang pemain muda. Dalam menentukan pemain yang mengisi starting line-up, dia tidak mempertimbangkan faktor usia. 'Tapi, saya akan melihat kualitas. Jadi, kalau pemain muda bermain baik sejak awal pertandingan, akan saya turunkan,' jelasnya.

Sejauh ini, kesempatan pemain muda untuk turun dalam pertandingan resmi bisa dikatakan cukup minim. Salah satunya, Erfan Hidayatullah, pemain yang dicomot dari Assyabaab, klub kontestan Kompetisi Internal Persebaya. Sejak bergabung pada awal musim lalu, Erfan hanya merasakan pertandingan resmi selama 10 menit saja. Yakni, ketika Persebaya menjamu Persiba Bantul (22/4) di Stadion Gelora 10 Nopember. [uan/bas/jawapos]

Rabu, 17 Juni 2009

Persebaya Merasa Lebih Untung Main di Bandung

Persebaya Surabaya seharusnya memiliki persiapan lebih panjang daripada lawannya, PSMS Medan. Ketika Ayam Kinantan -julukan PSMS- masih berkutat dengan pertandingan Djarum Indonesia Super League (DISL) serta Copa Indonesia IV, Persebaya sudah bersih dari agenda yang menguras tenaga pemain.

Karena itu, sejak 8 Juni lalu, Persebaya mulai berlatih untuk mempersiapkan diri ke babak playoff pada 30 Juni mendatang. Namun, kelebihan tersebut tidak lantas membuat Green Force -julukan Persebaya- berada di atas angin. Hingga 12 hari jelang laga perebutan tiket ke ISL berlangsung, tim yang bermarkas di Kota Pahlawan tersebut masih dihantui problem kebugaran pemain.

Terakhir, gelandang Persebaya Taufiq yang didera cedera. "Otot hamstring-nya tertarik," jelas pelatih Persebaya Aji Santoso setelah memimpin latihan Nugroho Mardiyanto dkk di Lapangan Persebaya kemarin (17/6).

Karena itu, pemain yang dibesarkan Fatahillah, klub anggota internal Persebaya, tersebut hanya berlari kecil di pinggir lapangan. Padahal, rekan-rekannya terus digembleng dengan latihan organisasi tim.

Dokter tim Persebaya dr Heri Siswanto mengakui bahwa Taufiq masih cedera. "Kemarin (Selasa, 16/6, Red) dia masih merasakan nyeri," kata Heri. Tapi, setelah diberi perawatan, Heri menyatakan, perkembangan Taufiq akan dilihat hingga seminggu ke depan. "Mudah-mudahan segera pulih," ucapnya.

Kapten Endra Prasetya juga masih belum pulih 100 persen setelah sakit tipus dan demam berdarah. "Tapi, saya yakin kondisinya akan segera membaik," jelas asisten pelatih Ibnu Grahan.

Sebelumnya, penyerang asal Brazil Jairon Feliciano juga harus absen dari latihan selama dua hari karena sakit. Aji mengakui, kondisi tersebut bisa berdampak kurang baik untuk tim. Tapi, dia tetap realistis. Dalam masa persiapan yang kurang dari dua minggu ini, Aji akan memaksimalkan kekuatan tim.

"Memang kami, tim pelatih, tidak punya banyak waktu untuk memoles tim. Tapi, kami tetap akan memaksimalkan masa persiapan ini," tuturnya. Bahkan, mantan kapten timnas Indonesia itu optimistis timnya mampu lolos ke ke ISL musim depan melalui jalur playoff.

Di sisi lain, Bendahara Persebaya Hendri Kusharianto mengatakan, ditetapkannya Stadion Jalak Harupat, Soreang, Kab Bandung, sebagai venue laga playoff cukup menguntungkan Persebaya dari sisi finansial. Menurut Hendri, Persebaya akan menghemat dana sekitar Rp 125 juta jika melakoni pertandingan di stadion berkapasitas 40 ribu penonton itu.

Sebelumnya, Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) menggelindingkan dua wacana venue untuk partai hidup mati bagi PSMS dan Persebaya tersebut. Yakni, Stadion Jakabaring, Palembang, serta Stadion Palaran, Samarinda. "Di Palembang atau Samarinda pengeluaran kami bisa sekitar Rp 300 juta. Tapi, kalau di Bandung, kami hanya mengeluarkan Rp 175 juta," ungkap Hendri.

Menurut dia, dana Rp 175 itu sudah termasuk penginapan dan transportasi. Setidaknya, keuntungan dari sisi finansial tersebut bisa menjadi obat penawar setelah regulasi pemain asing di ajang playoff dianggap lebih menguntungkan PSMS. Menurut aturan, Ayam Kinantan bisa menggunakan lima pemain asingnya, sedangkan Green Force hanya tiga. (uan/diq)

Jacques Tsimi Gabung Persisam

Persisam Samarinda dapat pemain bidikan. Juara Divisi Utama 2008/2009 tersebut sukses merekrut palang pintu tangguh Sriwijaya FC Palembang Tsimi Jacques Joel Patrick.

Defender kelahiran Kamerun, 9 Januari 1984, itu akan membela Persisam pada Indonesia Super League (ISL) 2008/2009. Hengkangnya Tsimi ke klub berjuluk Elang Borneo tersebut diakui Manajer Persisam Aidil Fitri. Menurut dia, mantan pemain Canone Spirit Younde FC (klub anggota Liga Utama Kamerun) itu harus segera bergabung paling lambat Senin (20/7). "Sekarang, dia (Tsimi, Red) masih punya tugas bersama Sriwijaya hingga usai Copa Indonesia. Setelah itu, dia harus segera bergabung Persisam," ungkap Aidil Fitri kepada Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group) kemarin (16/6).

Tsimi dibanderol Rp 900 juta per musim di tim yang berdiri sejak 1925 tersebut. Saat di Sriwijaya, dia dibanderol Rp 500 juta untuk sembilan bulan. Yakni, Oktober 2008-Juni 2009. "Musim 2009/2010, kami memang membentuk tim impian. Kami tidak sombong. Tapi, mayoritas pemain yang kami rekrut adalah pemain timnas," terang Aidil.

Hengkangnya Tsimi ke Persisam tidak dipermasalahkan Sriwijaya. Menurut Manajer Sriwijaya MC Baryadi, semua pemain diberi kebebasan untuk memilih klub. "Tapi, kami tetap pada komitmen. Pemain mana yang bakal dilepas dan dipertahankan akan diumumkan resmi Senin, 29 Juni nanti," katanya.

Urusan merekrut pemain, tim berjuluk Laskar Wong Kito itu masih kalah "gila-gilaan" dari Persisam. Buktinya, beberapa buruan Sriwijaya lepas. Dua yang pasti adalah Hamkah Hamzah dan Muhammad Robby. Dua mantan pemain Persik Kediri tersebut juga bergabung dengan Persisam. Tiga buruan Sriwijaya lainnya juga terancam lepas. Yakni Ahmad Kurniawan (Persik), Firman Utina (Pelita Jaya Jabar), dan Greg Nwokolo (Persija Jakarta).

"Yah, saya ke Persisam. Tapi, saya saat ini masih membela Sriwijaya dan berharap tim ini bisa menjuarai Copa Indonesia IV," kata Tsimi. Saat ini, Sriwijaya masih bertahan hingga babak semifinal. Mereka akan berebut tiket final melawan Persijap Jepara. [mg2/diq/jawapos]

Selasa, 16 Juni 2009

Pemain Persis Kembali Kecewa

http://www.suaramerdeka.com/harian/0711/15/sm1sis2ora15.jpgKekecewaan terus diterima para penggawa Persis Solo. Hal itu disebabkan pertemuan lanjutan antara pemain, pelatih, pegurus, manajemen, dan DPRD ditunda. Padahal, para pemain sudah berkumpul kembali setelah mereka mudik. Kabar penundaan tersebut didapat pemain dari pelatih Persis Eduard "Edu" Tjong beberapa saat sebelum pertemuan dihelat. Edu mendatangi pemain di mes dan mengabarkan batalnya pertemuan dengan DPRD itu.

Mengetahui hal itu, pemain yang sudah berada di mes lantas memberi tahu rekan-rekannya di luar kota. Harapannya, mereka tidak kecewa karena datang ke Solo tanpa kepastian. Meski begitu, salah seorang pemain Nur Kholiq telanjur tiba di mes sebelum mendapatkan informasi tersebut. Akibatnya, pemain bek sayap kanan asal Sidoarjo itu tak mampu menutupi kekecewaan. "Percuma datang dari jauh kalau pertemuan ditunda," keluh Nur Kholiq.

Hal senada diungkapkan Irwan Cemelio yang berharap supaya masalah tersebut segera terselesaikan. Sebab, terlalu lama menunggu membuat pemain bertambah resah. Harapan pun digantungkan kepada anggota DPRD untuk bisa menyelesaikan tunggakan gaji pemain. "Kalau ditunda, itu kapan dan apa penyebabnya. Kenapa tidak ada alasannya?" bebernya.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Umum (Sekum) Persis Rubhan Ruzziyatno tak membantah ditundanya pertemuan tersebut. Penundaan pertemuan itu disebabkan DPRD memiliki agenda lain dengan pemkot pada waktu bersamaan. "Kami masih menunggu jadwal ulang pertemuan tersebut," tegasnya.

Disinggung soal pelunasan gaji pemain, Rubhan mengatakan sedang mengusahakan. Pengurus kini terus berkoordinasi dengan manajemen. Koordinasi itu menyangkut rincian tunggakan gaji yang ada dalam kontrak pemain. Bahkan, pihaknya dengan tegas meminta agar manajemen membawa berkasnya saat pertemuan lanjutan dengan DPRD.

"Undangan penundaan jadwal itu sudah kami terima. Jadi, pemain jangan resah. Tanpa pertemuan dengan DPRD, kami juga akan melunasi tunggakan gaji itu. Jadi, kami harap pemain bersabar," lanjutnya. (im/nan/jpnn/diq)

Aji Ajarkan Model Latihan Organisasi

http://www.detiksport.com/images/content/2008/12/24/76/AjiSantoso-samsul-cov.jpgPELATIH Aji Santoso tak memiliki banyak waktu untuk mematangkan Persebaya di laga playoff. Dihitung sejak dia menangani tim secara langsung pada 12 Juni lalu, praktis Aji hanya memiliki kesempatan 18 hari karena playoff dihelat 30 Juni.

Setelah beberapa hari ini latihan bertitik berat pada materi fisik, Aji mulai memoles organisasi tim. Dalam seminggu ke depan, dia menyebut latihan Persebaya berfokus pada materi organisasi tim.

''Tampaknya, selama ini memang pemain belum tersentuh model latihan organisasi. Jadi, ya memang butuh pembiasaan,'' jelasnya.

Meski demikian, dia yakin para pemain Green Force segera terbiasa dengan pola latihan tersebut. Mantan bek sayap kiri timnas Indonesia itu mengatakan bahwa dalam menu latihan organisasi, timnya dibiasakan bermain pola mirip sepak bola modern. Yakni, menggunakan empat pemain belakang, empat pemain tengah, dan dua penyerang.

Setelah dibiasakan menggunakan pola tersebut selama seminggu, lanjut Aji, Persebaya baru bisa mulai menatap uji coba. ''Mungkin Selasa atau Rabu minggu depan tim mulai beruji coba,'' tegasnya.

Jika terburu-buru, kata Aji, manfaat uji coba tersebut tidak bisa maksimal. Dia mengatakan ingin mengajarkan bermain sepak bola dengan pintar kepada para pemain Persebaya. Artinya, pemain diharuskan saling memahami karakter satu sama lain. (uan/diq)

Gugat Status Kiper Ketiga : Belum Kantongi Surat Keluar Klub Lama

Persiapan-Persebaya menuju playoff terganggu. Kiper ketiga tim berjuluk Green Force itu, Khoirul Iqbal Hasbalah, dianggap masih menjadi pemain klub Madiun Putra, Madiun.

Tapi, kubu Persebaya bergeming atas klaim tersebut. Tim asal Kota Pahlawan itu tetap akan menggunakan kiper kelahiran 1989 tersebut sebagai tenaga pelapis dalam laga playoff 30 Juni mendatang melawan PSMS Medan.

Sebelumnya, Ketua PS Madiun Putra Bonie Laksmana mengklaim bahwa Iqbal -sapaan karib Khoirul Iqbal- masih tercatat sebagai pemain timnya. ''Iqbal itu penjaga gawang kami yang dipaksa bergabung Persebaya. Wajar kalau kami menginginkan kembali,'' tegas Bonie kepada Radar Madiun (Jawa Pos Group), Minggu (14/6).

Pria yang juga putra Wali Kota Madiun Bambang Irianto itu menjelaskan, kepindahan Iqbal dianggap tidak sah. Sebab, pemain asli Jakarta tersebut hanya menggunakan surat pindah dari Pengcab PSSI Kota Madiun. Tanpa ada pemberitahuan maupun surat keluar dari klub asal, PS Madiun Putra.

''Kami tidak tahu kalau Iqbal bergabung dengan Persebaya setelah ada surat dari PSSI kota. Itu namanya pemain kami dijual,'' ungkapnya.

Bonie juga menyatakan bahwa Iqbal rencananya didaftarkan ke PSSI untuk melengkapi syarat tampil dalam Liga Indonesia Divisi II. Karena itu, kubu Madiun Putra berniat mengirimkam surat ke Persebaya untuk bisa menarik kembali Iqbal. ''Sebab, kami menganggap Iqbal belum keluar dari Madiun Putra. Dia juga masih sah pemain kami,'' tegasnya.

Seandainya bisa ditarik dari Persebaya, kedatangan Iqbal diharapkan bisa mengatasi krisis penjaga gawang Madiun Putra. Sejauh ini, ada dua kiper di Madiun Putra, yakni Agung Setiawan dan Agung Andri, yang kemampuannya masih diragukan.

Namun, harapan tersebut, tampaknya, bertepuk sebelah tangan. Kubu Persebaya mengantongi dasar kuat untuk mempertahankan kiper bertinggi 173 cm tersebut.

Kemarin (15/6), Ibnu Grahan, asisten pelatih Persebaya, menjelaskan, sebelum masuk ke Persebaya, Iqbal bergabung dengan dua klub. Yakni, pada 2008 turut mengantarkan Sumbawa Putra promosi ke Divisi II dan pada 2009 bersama Surabaya FC (SFC), klub anggota kompetisi internal Persebaya.

Namun, belum genap semusim bersama SFC, Iqbal bergabung dengan Persebaya pada awal putaran II. Karena itu, lanjut Ibnu, Persebaya berpijak pada surat kepindahan dari tim SFC. Sementara itu, SFC menjadikan dasar kepindahan Iqbal dari Sumbawa Putra. ''Jadi, menurut kami, Iqbal sah bergabung dengan Persebaya,'' jelasnya.

Iqbal memang mengaku sempat dihubungi pengurus Madiun Putra dalam beberapa hari terakhir. Tapi, dia menegaskan masih ingin bergabung dengan Persebaya. '

Menilik ungkapan Bonie, Ketua Harian Persebaya Cholid Ghoromah menjelaskan bahwa permasalahan ini tak lepas dari kurangnya komunikasi di internal Pengcab PSSI Madiun. ''Jadi, kalau mau protes, ya ke Pengcab PSSI Madiun saja,'' tuturnya.

Sebab, saat hengkang dari Madiun Putra, Iqbal tidak langsung bergabung dengan Persebaya. ''Karena itu, perlu dipertegas bagaimana kepindahan Iqbal ke Sumbawa Putra,'' ungkapnya. (uan/diq)

Sabtu, 13 Juni 2009

Aji Mulai Garap Strategi

Aji Santoso langsung tancap gas di hari pertamanya bertugas sebagai arsitek Persebaya. Dalam latihan pagi dan sore kemarin (12/6), pelatih asal Kepanjen, Malang, itu langsung menggenjot Endra Prasetya dkk dengan porsi latihan teknik dan organisasi tim.

Para pemain pun tampak bersemangat melahap menu yang diberikan pelatih baru mereka. Apalagi, di sela-sela latihan Aji tak segan berteriak memberikan masukan kepada pemain. Tak hanya teori, pada latihan pagi, mantan bek sayap kiri timnas Indonesia itu memberikan praktik melepaskan umpan crossing.

Sementara, pada latihan sore, Aji mengajak pemain memantapkan organisasi permainan. Materinya, mengasah strategi penyerangan dan kerja sama antarlini. Dalam latihan tersebut, Aji juga membiasakan lini belakang Persebaya bermain dengan pola empat pemain belakang sejajar.

''Memang, pemain tampak kewalahan. Tapi, tidak masalah, karena baru sehari. Jadi, mereka masih belum terbiasa. Sepertinya, pemain belum pernah berlatih seperti tadi,'' jelasnya. Ungkapan Aji tersebut cukup beralasan karena selama ini Persebaya lebih sering menggunakan pola tiga defender.

Namun, mantan pemain Arema Malang itu optimistis timnya mampu bekerja dengan pola empat defender sejajar. Sebab, menurut dia, materi yang dimiliki Persebaya cukup berkualitas. ''Saya rasa, mereka tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan pola baru seperti itu,'' tukasnya.

Soal formasi, dalam waktu 18 hari sebelum melakoni babak playoff, Aji ingin memantapkan pola 4-3-1-2. Namun, dia belum mau memaparkan pemain-pemain yang akan mengisi pola itu. ''Saya masih harus melihat perkembangan setiap pemain hingga detik-detik akhir jelang pertandingan. Tapi, yang jelas, hal terpenting dalam membangun kekuatan tim adalah bagaimana pemain saling memahami kelebihan dan kekurangan rekannya,'' tuturnya.

Selama masa kepelatihannya, Aji juga tidak ingin menutup peluang pemain muda tampil. Sebab, dia melihat bahwa ada beberapa pemain muda Persebaya yang cukup potensial. ''Jadi, semua pemain punya kans untuk turun. Kalau sudah begitu, setiap pemain harus menunjukkan kemampuan terbaik,'' tandasnya.

Disinggung soal kekuatan calon lawan, Aji yakin Persebaya punya kans mengalahkan PSMS Medan di partai playoff nanti. Namun, pelatih yang mempersembahkan medali emas untuk Jatim di PON Kaltim lalu tersebut juga menyatakan, PSMS adalah tim kuat. Bahkan, dia menyebutkan bahwa para pemain asing yang dimiliki tim berjuluk Ayam Kinantan itu berkualitas bagus. ''Peluang kedua tim fifty-fifty,'' terangnya. (uan/bas)

Jumat, 29 Mei 2009

Top Skor Divisi Utama Milik 3 Pemain

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/4/40/Liga_Indonesia_Divisi_Utama.pngPSPS Pekanbaru meraih sukses ganda. Tak hanya menang atas Persebaya dan lolos ke Superliga, PSPS juga mengantarkan penyerangnta, Dzumafo Epandi Herman, meraih gelar individu. Penyerang asal Kamerun itu menjadi top scorer Divisi Utama dengan koleksi 17 gol.

Namun, Dzumafo tidak sendirian. Ada dua nama lain yang juga bercokol di pucuk daftar pencetak gol. Yakni penyerang Persikabo Bogor Mardiansyah dan striker Persikad Depok JP Boumsong. Alhasil, ketiga pemain itu berhak menyandang gelar top scorer.

'Sangan menyenangkan menjadi pencetak gol terbanyak di kompetisi ini. Gelar ini adalah raihan individu yang pertama bagi saya. Terima kasih teman-teman semuanya,' ungkap Dzumafo setelah pertandingan. Gol terakhir Dzumafo bersarang ke gawang Persebaya Surabaya kemarin.

Pelatih PSPS Abdul Rahman Gurning menyambut gembira pencapaian pemainnya itu. Menurutnya, itu menjadi pelengkap sukses mereka menembus Superliga. 'Saya berharap Dzumafo dipertahankan untuk musim mendatang. Tenaganya sangat dibutuhkan. Tapi, semua tergantung ke manajemen dan pemain sendiri,' ungkap Gurning.

Untuk top scorer, Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) sebenarnya sudah menyiapkan hadiah Rp 25 juta. Namun, karena ada lebih dari satu pemenang, BLI memutuskan untuk membagi.

'Mekanismenya memang seperti itu. Karena top skornya tiga, uangnya juga dibagi tiga,' ungkap Joko Driyono, direktur kompetisi BLI. 'Kami sudah memberitahukannya sejak jauh-jauh hari tentang mekanisme pembagian uang tersebut,' sambungnya.

Tundukan Persema , Persisam Juara Divisi Utama

The image “http://suporterkaltim.com/zenphoto/cache/persisam-vs-persik-kediri/DSC02488.JPG_595.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.Persisam Samarinda akhirnya mencatatkan diri sebagai yang terbaik di Liga Divisi Utama Indonesia. Di Grand Final, tim Elang Katulistiwa berhasil menaklukkan Persema Malang lewat gol tunggal Aldo Barreto.

Gol Barreto dicetak di menit ke-35 sekaligus menggenapkan koleksi golnya musim ini menjadi 13 gol. Bertanding di markasnya Stadion Palaran, Samarinda, Jumat, 29 Mei 2009, Persisam awalnya sempat tertekan.

Meski Persisam terlihat kalah dalam penguasaan bola namun tim besutan Edi Simon ini ternyata mampu memanfaatkan peluang lebih baik. Terbukti, meski Persema yang dimotori pemain veteran Bima Sakti sempat beberapa kali mengancam peluang lewat Kasan Soleh cs namun justru gol berhasil dicetak tim tuan rumah.

Persema awalnya memang terlihat mendominasi pertandingan. Terhitung dua peluang cantik dibuat tim besutan Subangkit ini. Pada menit ke-18, Mbom Mbom Julien berhasil melepaskan diri dari kawalan bek Persisam.

Sayangnya tendangan Julien masih dimentahkan kiper Persisam Sumardi. Brima Pepito yang mendapat bola rebound juga gagal melepaskan tembakan ke gawang. Padahal Sumardi telah keluar dari gawangnya.

Peluang kembali dibuat tim tamu di menit ke-23. Berawal dari pelanggaran pemain belakang Persisam kepada Pepito, Kasan berhasil melepaskan tendangan bebas melengkung. Sayangnya, bola masih membentur mistar.

Justru Persisam yang akhirnya berhasil unggul lewat gol Barreto di menit ke-35. Berawal dari umpan jauh, Barreto berhasil menaklukkan I Komang dan membuat unggul tim Elang Katulistiwa 1-0.

Babak Kedua

Pada babak kedua pertandingan berjalan dengan tempo yang sedikit lamban. Duel di lini tengah terlihat dominan di paruh babak kedua. Praktis peluang-peluang terbaik hanya tercipta saat dua penalti kontroversial terjadi.

Duel antara striker Persisam Ilham Jaya Kusuma dan bek belia Persema Munhar rupanya membuat wasit Suharto mengeluarkan dua penalti berbau kontroversial. Dua penalti itu diberikan wasit buat Persisam.

Penalti pertama diberikan Suharto buat Persisam pada menit ke-66. Berawal dari tusukan Ilham di kotak penalti Persema, aksi menempel yang dilakukan Munhar justru berbuah penalti. Padahal dalam tayang ulang, Munhar tak melakukan pelanggaran pada Ilham. Beruntung tendangan gelandang pengganti Gustavo Ortiz berhasil dimentahkan I Komang.

Keputusan kontroversial kembali terjadi di menit ke-74. Lagi-lagi aksi Ilham yang mendapat tempelan ketat dari Munhar kembali membuahkan penalti. Lagi-lagi kubu Persisam tak mampu memanfaatka kemurahan wasit.

Kali ini gelandang veteran Uston Nawawi yang gagal menaklukkan gawang Persema. Tendangan Uston hanya mampu membentur mistar gawang I Komang. Skor 1-0 ini akhirnya bertahan hingga pertandingan usai.

Susunan pemain

Persisam: Sumardi, Kasiadi, Patricio Jimenez, Marcelino, Rasmoyo, Syaiful, Uston Nawawi (Victor Simon, 77), Akbar Rasyid, Jardel Samtana (Gustavo Hernan Ortiz, 48), Aldo Barreto, Ilham J K (Gantar, 86).

Persema: I Komang Putra, Pierre Seme, Munhar, Aris Budi, Bima Sakti, Mbom Mbom Julien, Sutaji, Kasan Soleh, M Kamri, Harmoko (Jaenal Ichwan, 46), Brima Pepito

Kamis, 28 Mei 2009

Final Divisi Utama : Persisam vs Persema (LIVE Antv 18.30 )

The image “http://suporterkaltim.com/zenphoto/cache/persisam-vs-persik-kediri/DSC02488.JPG_595.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.Persisam sudah mengamankan satu tempat di Liga Super Indonesia (LSI) musim depan. Untuk melengkapinya, pasukan Eddy Simon Badawi ini bertekad merebut kemenangan di final Divisi Utama 2008/2009.

Di partai puncak yang akan disiarkan langsung oleh antv ini, Persisam akan bertemu Persema Malang. Keduanya bakal bentrok di Stadion Palaran Samarinda, Jumat 29 Mei 2009.

Pelatih Persisam, Eddy mengaku persiapan timnya sudah maksimal. Meski tanpa diperkuat oleh striker Kurniawan Dwi Julianto, Persisam tidak gentar meladeni Persema.

"Kami sudah siap. Persiapan juga sudah matang. Kami juga akan diuntungkan dengan status tuan rumah," kata Eddy saat dihubungi VIVAnews, Kamis 28 Mei 2009.

Menurut Eddy, Persema bukanlah tim sembarangan. Penampilan meraka cukup stabil hingga ke final.

"Mereka juga punya permainan yang solid," kata Eddy.

Meski demikian, Persisam tetap optimistis mampu merebut kemenangan. Apalagi, Eddy mengaku telah mengantongi kelemahan tim lawan.

"Saya sudah mengamati beberapa penampilan Persema. Dan saya melihat ada celah yang bisa kami manfaatkan utnuk mencetak gol," lanjut Eddy. "Namun tentu saja itu tidak bisa saya ungkapkan sekarang. Kita lihat nanti di atas lapangan saja."

Tak banyak perubahan yang akan dilakukan oleh Eddy terhadap timnya. Menghadapi Persema, Persisam tetap dengan pola 3-5-2. Satu-satunya perubahan terjadi di lini depan.

"Saya masih ingin melihat kondisi beberapa pemain depan saya hingga pagi nanti. Siapa yang paling siap itu yang akan saya turunkan menggantikan posisi Kurniawan Dwi Julianto," tandas Eddy.

Kurniawan memang tidak akan tampil di final nanti. Pasalnya, pemain yang akrab disapa Kurus itu harus terbang ke Jakarta untuk merayakan pernikahannya.

Rabu, 18 Maret 2009

JADWAL PERTANDINGAN


JADWAL PERTANDINGAN DIVISI UTAMA 19 november 2010

TANGGAL NP HOME AWAY STADIUM JAM LIVE BABAK
19-11-2010 1 PSMS PERSITARA Teladan

Penyisihan 1
19-11-2010 1 PERSIS PERSEMAN Manahan

Penyisihan 2
19-11-2010 1 PSMP PSIR Gor Gajah Mada

Penyisihan 3
19-11-2010 2 PERSIPRO PERSIKU Bayu Angga

Penyisihan 3
19-11-2010 2 PPSM PERSIRAM Abu Bakrin

Penyisihan 2
19-11-2010 2 PERSIPASI PERSIH PATRIOT

Penyisihan 1
19-11-2010 3 PERSITA PERSIRES Benteng

Penyisihan 1
19-11-2010 3 PERSEMALRA GRESIK UNITED Maren

Penyisihan 2
19-11-2010 3 PSBI PERSERU SERUI Gelora Supriyadi Blitar

Penyisihan 3
19-11-2010 4 PERSEKAM PERSIDAFON Kanjuruhan

Penyisihan 3
19-11-2010 4 PS BENGKULU PERSIRAJA Stadion Semarak

Penyisihan 1
19-11-2010 5 PSIS PERSIK Jatidiri 1525 ANTV Penyisihan 2
19-11-2010 5 PS BARITO PERSIBA BANTUL Stadion 17 Mei Banjarmasin

Penyisihan 3