Tampilkan postingan dengan label ASIAN CHAMPIONS LEAGUE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASIAN CHAMPIONS LEAGUE. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Juni 2009

Persipura & Persiwa Terbentur Status Bandara

Persipura sebagai juara Superliga Indonesia 2008/09, dan Persiwa yang menjadi runner-up berhak mendapatkan jatah berlaga di LCA. Hanya saja, peluang kedua tim asal Papua itu untuk berlaga dihadapan publiknya sendiri terancam tidak terealisasi.

Nugraha Besoes, Sekjen PSSI, mengatakan, berdasarkan regulasi yang berlaku di Konfederasi Sepakbola Asia [AFC], setiap tim yang menjadi tuan rumah LCA wajib memiliki bandara internasional, atau lokasinya tidak memakan waktu lebih dari dua jam dari bandara internasional.

Menurut Nugraha, sekalipun Persipura maupun Persiwa memiliki stadion yang memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai tempat pertandingan, namun hal itu akan percuma. Pasalnya, AFC tetap melihat infrastruktur di tempat tim yang menjadi tuan rumah.

“Waktu pertandingan terakhir liga di Jayapura, saya sempat bertanya kepada Usman [Fakaubun, sekum Pengprov PSSI Papua]. 'Usman, saya hanya ada satu pertanyaan saja, apakah Sentani bandara internasional? Dia bilang, bukan. Yah, habis sudah,” ujar Nugraha.

“Kalau saja kedua tim itu ada bandara internasionalnya, maka soal stadion masih bisa di atasi dengan renovasi sesuai dengan standar AFC. Masalah bandara ini yang menjadi aturan nomor satu di AFC. AFC hanya memberikan pilihan, take it or leave it.”

Sebagai stadion pengganti, Nugraha pun menyarankan kedua tim ini untuk menggunakan stadion di Makassar dan kalimantan. Mengenai keinginan Jacksen F Tiago, pelatih Persipura, yang ingin menjadikan Stadion Tridarma, Gresik, Nugraha tidak mempermasalahkan. [GOAL.com]

Rabu, 10 Juni 2009

Segera Rombak Stadion Mandala Jayapura

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaBHAGHbCw61F7qiZRyWuMPUATKd3QiquKDOeaMeGFZP-mkgSCOR72eHGWMD9yM61J53fS0qxyCospmnYCay46vwdMUad2Yd4Jui8XuKu5_f0EgTDZNTjMQRJ-JTXxLbpVZTkC04lAIi4/s400/Mandala+Jayapura1.jpgMeski stadion Mandala masih dalam tahap pembangunan khusus tribun sisi selatan ternyata kondisi ini dianggap belum ayak untuk dilakukan laga home Liga Champion Asia (LCA). Direktur kompetisi Indonesia Super League (ISL) Andi Darussalam Tabusala mengatakan Mandala masih banyak Pekerjaan rumah jika ingin bermain dalam koteks Internasional.
“ Saya sangat gembira setelah mendengar bahwa Gubernur Papua telah melakukan koordinasi dengan Pengda Papua dan berjanji akan melakukan rombak, renovasi maupun pembenahan stadion Mandala ini,” tutur Andi menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos usai pertandingan.
Hal yang dianggap perlu dibenahi adalah soal rumput, lampu dan ruang ganti pemain. Menurutnya untuk pertandingan sepakbola, rumput juga dianggap bisa mempengaruhi permainan begitu juga dengan kondisi lampu yang kurang memadahi tentunya akan menyulitkan pemain selama dilapangan terutama malam hari.
“Ruang gantinya sangat tidak layak. Saya tahu disana ada AC tapi banyak hal yang perlu dibenahi untuk ruang ganti itu,” beber Andi. Namun pantauannya untuk kondisi tribun penonton suatu saat akan mengalami perubahan dengan sendirinya sehingga kondisi tribun dianggap tidak masalah.
“Pokoknya banyak kekurangan di Stadion Mandala, rencana AFC akan melakukan verifikasi kelayakan sekitar akhir Oktober,jika tidak lanyak, maka dengan sangat terpaksa Persipura bermain di daerah lain, ini menjadi pekerjaan rumah bagi Persipura dan pemerintah daerah, sementara posisi kami di BLI akan tetap saja membantu semampu kami,”tukasnya.
“Sesuai dengan rencana, AFC akan menggelar Champion Asia, Maret 2010, sehingga sisah waktu ini, saya meharapkan stadion Mandala segera direnovasi, terutama kondisi tribun, rumput, Lampu, dan ruang ganti pemain, bahkan yang utama dalah tiang bendera,”ugkapnya.(ade/cak)

Minggu, 31 Mei 2009

Musim Depan Hilton Main Di Liga China

http://www.duniasoccer.com/images/user/berita/22102008084747.jpgHilton Moreira tampaknya sangat menyesalkan jadwal kompetisi Superliga 2008/09 yang amburadul. Pemain asal Brasil ini bahkan menuding, karirnya di lapangan hijau bisa terhambat jika terus merumput di Liga Indonesia.

Karena itu, masih kata mantan pemain Deltras Sidoarjo ini, dirinya telah bulat memutuskan untuk meninggalkan Persib dan segera hengkang ke Liga Cina, begitu usai melakoni laga terakhir bersama klubnya, Maung Bandung di pentas Superliga.

Menurut Hilton, keputusan memilih merumput di Liga Cina yang dikenal dengan sebutan S-League, karena kompetisi di negeri tirai bambu itu lebih tertata dibanding Liga Indonesia yang serba tidak jelas. Ia bahkan mengaku sangat bosan melihat kenyataan kompetisi di tanah air yang tidak menentu.

"Di S-League, jadwal kompetisinya selalu selesai tepat waktu. Tidak seperti di sini yang serba tidak menentu. Karena itu, kenapa saya memilih untuk meninggalkan Liga Indonesia dan main di sana musim depan," kata Hilton menjelaskan.

Ditambahkannya, banyak klub di luar Indonesia yang menginginkan dirinya. Hanya saja, hal itu terpaksa tidak bisa dilakukan karena ia masih terikat kontrak dengan klub di Indonesia. Di lain pihak, jadwal kompetisi di tanah air sendiri selalu berubah-ubah.

Masih kata Hilton, dirinya cukup betah berada di Persib. Tapi karena demi karir, ia harus segera meninggalkan kompetisi yang menurutnya sulit untuk dipegang jadwalnya. Ia bahkan mencatat, Superliga musim ini sudah tiga kali mengalami penundaan, dari semula kelar April dan baru bisa selesai pada 10 Juni mendatang.

Kamis, 28 Mei 2009

Ngon A Djam Dilirik Urawa Reds (jepang) Dan Grenoble F38 (Perancis)

http://bola.okezone.com/images-data/content/2008/02/26/49/86808/9awlKLSO8z.jpgAgen pemain, Francis Younga, membenarkan jika stiker jangkung Sriwijaya FC, Claude Parfait Ngon A Djam, yang juga kliennya itu, dilirik dua klub asing yakni dari Jepang (Urawa Reds) dan Prancis (Grenoble Foot 38).

"Pihak Urawa dan Grenoble telah berbicara dengan saya. Mereka sangat berminat. Tapi, saya pikir kalau tawaran mereka hanya lebih tinggi sedikit dari Sriwijaya, lebih baik tetap di Sriwijaya saja," kata Younga.

Younga memang tetap memprioritaskan Ngon untuk tetap di SFC jika tawaran yang diajukan kedua klub tadi tidak menawar hingga lima kali lipat.

Pemain kelahiran Kamerun itu sendiri resmi membela SFC sejak Maret 2008 lalu dengan banderolnya Rp. 850 juta per musim. Kontraknya akan berakhir 30 Juni mendatang, namun hingga kini belum ada tanda-tanda untuk perpanjangan kontrak.

Hingga kini, pemain bertinggi 186 cm itu telah mengoleksi total 25 gol bagi SFC baik di ajang internasional (Liga Champions Asia) dan domestik (Liga Super Indonesia dan Copa).

Minggu, 24 Mei 2009

Jelang LCA , Stadion Mandala Jayapura Direnovasi

Menjelang persiapan tim Persipura Jayapura mengikuti Liga Champions 2009 dampak dari hasil kemenangan yang diraih Mutiara Hitam julukan bagi Persipura Jayapura pada Indonesia Super League musim 2008-2009, akan diadakan berbagai persiapan untuk menyambut laga bergengsi tingkat Asia di Jayapura.

Untuk itu Penitia sudah harus melakukan persiapan mulai dari persiapan para pemain, management hingga arena pertandingan seperti lapangan juga dibicarakan dalam persiapan tersebut.

Sekretaris Umum Pengda PSSI Provinsi Papua Usman Fakaubun ketika memberikan keterangan kepada pers di Wisma Ichsan Soccer Kotaraja, Jumat (22/5) lalu mengungkapkan dalam waktu dekat pihak PSSI Provinsi Papua yang telah melahirkan club seperti Persipura Jayapura akan menyurati pihak KONI Provinsi Papua dan juga pihak management Persipura untuk segera menata kembali stadiun Mandala yang digunakan sebagai tempat pertandingan bagi Persipura Jayapura dalam menandingi lawan main mereka.

Menurut Fakaubun stadiun Mandala, jika dilihat dari fisiknya belum layak untuk dijadikan sebagai stadiun pertandingan laga-laga tingkat Nasional apalagi tingkat International, “PSSI dalam waktu dekat ini akan menyurati pihak KONI dan juga management Persipura untuk segera membenahi stadiun Mandala, Persipura sudah mengantongi kemenangan dan sebentar lagi akan melankah ke liga champions maka harus ada perubahan bagi Persipura terutama sarana pendukung yaitu stadiun tempat pertandingan,” kata Usman.

Sementara itu, ketua Umum Persipura Jayapura Drs, M.R Kambu, MSi mengungkapkan kejuaraan yang diperoleh Edward cs merupakan perjuangan yang tidak mudah, kejuaraan tersebut tidak lepas dari doa seluruh para sponsor dan juga pendukung Persipura Jayapura, dimana kejuaraan yang diraih pada Indonesia Super League (ISL) bukan hanya sampai disitu saja namun akan ada konsekunsinya yaitu Persipura harus mengikuti laga selanjutnya liga Champions 2009, untuk itu seluruh sponsor diharapkan untuk selalu memberikan dukungan bagi para pemain Persipura bukan hanya pada pertandingan ISL saja tapi dalam menghadapi liga champions nanti para sponsor juag diharapkan bantuannya, salah satunya adalah perbaikan lapangan atau stadiun Mandala yang sudah tidak layak digunakan untuk arena pertandingan mengingat sarana pendukung pada stasiun banyak sudah tidak berfungsi seperti lampu penerangan, kondisi tribun, rumput-rumput dalam lapangan dan lain-lain.

“Ini merupakan pertama kalinya persipura menjuarai ISL, kita harapkan dukungan selalu datang dari para sponsor, kita juga menghimbau kepada seluruh sponsor dalam menghadapi liga champions nanti, fasilitas-fasiltas stadiun yang kurang memadai agar segera diperbaiki, karena pertandingan ini juga demi mengharumkan nama Papua,” kata Kambu yang ditemui wartawan belum lama ini.

Rabu, 20 Mei 2009

SFC Bungkam Shandong : Kembalinya Sprit Double winners

Kemenangan Fantastis SFC
Luar biasa. Itu kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi terkini Sriwijaya FC (SFC). Bagaimana tidak, kemenangan 4-2 (0-2) atas Shandong Luneng Taishan tadi malam (20/5) di Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), ibarat oase di tengah keterpurukan tim berjuluk Laskar Wong Kito pada Liga Champions Asia (LCA).

Maklum, tim asuhan Rahmad Darmawan memang gagal melaju ke babak 16 besar LCA. Di grup F, mereka finis sebagai tim juru kunci dengan 3 poin. Namun, spirit double winners telah kembali.

"Ini kemenangan paling fantastis yang kami rasakan. Anak-anak tampil luar biasa. Saya harap, kondisi ini terus terjaga hingga kami bisa menggapai posisi tertinggi di Copa (Dji Sam Soe Indonesia) nanti," ungkap Rahmad Darmawan.

Shandong Luneng sempat mengejutkan dengan dua gol lebih dulu. Masing-masing via Hang Peng menit ke-41 dan Goo pada menit ke-43. Namun, Sriwijaya justru merajalela di babak kedua.

Empat gol langsung tercipta bagi SFC masing-masing lewat Keith Kayamba Gumbs pada menit ke-53, Zah Rahan (72, 80) serta M Nasuha menit ke-85. Bahkan, Budi Sudarsono pun sempat memasukkan gol di injury time babak kedua (90+2). Namun, gol itu dianggap offside oleh wasit Masoud Morad Hasanali (Iran). "Shandong itu terlalu percaya diri. Bagi kami itu jadi pelaharan untuk tidak meniru apa yang dilakukan Shandong," pungkas pelatih 42 tahun.

Yah, Shandong akhirnya tersingkir dari perebutan tiket babak 16 besar. Sebab, dua jam sebelumnya, Seoul FC justru menang 2-1 atas tuan rumah Gamba Osaka.

Senin, 18 Mei 2009

Sriwijaya vs Shandong :Ngon A Djam Ingin Persembahkan Kemenangan

Ngon A Djam Ingin Persembahkan Kemenangan
Striker Sriwijaya FC (SFC), Ngon A Djam, termotivasi untuk mempersembahkan kemenangan bagi "Sriwijayamania" di laga terakhir babak penyisihan Grup F Liga Champions Asia saat menghadapi Shandong Luneng, di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Rabu (20/5) nanti.

"Kami menginginkan kemenangan ini untuk mengangkat mental tim dan yang terpenting, kami ingin memberikan kenangan manis kepada suporter ketika mengakhiri keikutsertaan kami di kompetisi ini," ujar penyerang jangkung asal Kamerun itu.

"Saya yakin akan mendapat dukungan yang luar biasa dari suporter pada laga kali ini, terlebih ini adalah laga terakhir. Keinginan saya, membuat mereka bergembira oleh sebuah kemenangan di maskar sendiri," tambahnya.

SFC sendiri sama sekali belum mengemas satu poin pun di ajang ini dengan memasukkan 3 gol dan kemasukan 22 gol. Hal itu pun ditambah dengan predikat tim yang pertama kali tersingkir terlebih dulu dari semua grup dengan tiga kali kekalahan beruntun.

Sementara itu tim-tim lain yang tersingkir namun memperoleh poin ada sepuluh diantaranya Tianjin Teda (5 poin), Sepahan (4 poin), Central Cost Mariners (4 poin), Al Jazira (4 poin), Beijing Guoan (4 poin), Al Gharafa (3 poin), Esteghlal (3 poin), Saba Battery (2 poin), dan Al Ahli (1 poin).

Sedangkan pelatih SFC, Rahmad Darmawan, juga berharap sama dengan A Djam yang akan tetap serius meski pertandingan tersebut sudah tak berarti lagi.

"Minimal kita bisa mendapatkan poin di laga terakhir ini dan sebagai pemanasan melawan Persibo di copa nanti” kata Rahmad.

Manghadapi Shandong nanti, Rahmad Darmawan rencananya akan menggunakan strategi yang sama saat menghadapi Persija dan Persela Lamongan karena sukses meraih poin.

"Saya lagi berpikir, apakah saya akan menyiapkan pola pada waktu berhadapan dengan Persija atau Persela. Ini ada kepentingan yang berbeda, mungkin akan saya kombinasikan," tambahnya.

Selain itu, tidak tertutup kemungkinan SFC akan memakai pola long passing jika menghadapi situasi yang memaksa mereka dalam tekanan.

"Banyak hal yang di petik dari LCA ini, yang pasti untuk hal persiapan tim kita harus lebih baik. Termasuk menyangkut materi pemain dan persiapan kematangan di kepelatihan," pungkasnya.

Banyak PR Menuju LCA

Gelar juara Djarum Indonesia Super League 2008/2009 telah digenggam Persipura Jayapura. Meski begitu, tugas mereka belum selesai. Masih ada sisa laga yang harus dilakoni. Tidak hanya itu, Mutiara Hitam -julukan Persipura- juga harus bersiap melakukan pekerjaan yang tidak ringan.

Sebagai jawara Indonesia, Persipura berhak tampil di ajang Liga Champions Asia (LCA). Even itu tentu jauh lebih berat daripada kompetisi reguler di tanah air. Sejarah mencatat, wakil-wakil Indonesia selalu tak berdaya saat harus bersaing di level Asia.

Musim ini Indonesia diwakili Sriwijaya FC. Namun, kiprah klub asal Palembang itu juga jauh dari mengesankan. Sriwijaya menjadi bulan-bulanan Gamba Osaka (Jepang), Seoul FC (Korsel), dan Shandong Luneng (Tiongkok). Tentu publik bola Indonesia berharap Persipura tak bernasib sama dengan Sriwijaya.

'Mereka memang harus segera memikirkan tentang Liga Champions Asia. Itulah PR (pekerjaan rumah) yang harus diselesaikan,' kata Joko Driyono, direktur kompetisi Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI), kemarin (18/5).

Untuk tampil di LCA, Persipura tak hanya harus menyiapkan tim yang solid. Hal yang tidak kalah penting adalah persiapan mengenai infrastruktur. Tim asal Papua itu juga harus menyediakan stadion berstandar internasional. Atau minimal sesuai standar Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

'Terkait akses ke stadion juga penting,' kata Joko. Akses yang dimaksud adalah jarak tempuh dari bandara internasional ke stadion. Menurut Joko, sesuai regulasi, stadion harus bisa ditempuh dalam waktu dua jam dari bandara internasional.

Stadion Mandala yang menjadi markas Persipura memang tidak jauh dari bandara. Namun, fasilitasnya sangat minim. Stadion yang terletak di tepi pantai itu belum memiliki tribun secara penuh. Belum lagi kelengkapan lainnya. Bahkan, sangat jarang ada tayangan langsung televisi dari stadion tersebut.

'Kami belum memikirkan itu. Mungkin setelah ini, kami melakukan rapat internal membahas hal tersebut. Saat ini, kami ingin menikmati dulu kemenangan ini,' ujar Rudy Maswi, manajer Persipura.

Menurut Rudy, konsentrasi timnya kini mulai dialihkan ke Copa Indonesia. Sebab, Persipura ingin merengkuh dua gelar sekaligus dalam musim ini. Peluang Persipura menjuarai Copa musim ini masih terbuka. Eduard Ivakdalam dkk sudah menjejakkan diri di babak delapan besar dan akan bersua PSMS Medan. 'Kami ingin merasakan juara ganda. Karena itu, saat ini kami fokus ke Copa,' tegas Rudy.

Optimisme juga diusung pelatih Jacksen F. Tiago. 'Kami memang memasang target juara Copa. Kami juga ingin merasakan kebahagian yang dirasakan Sriwijaya FC musim lalu (meraih dua gelar, Red),' katanya.

Selasa, 05 Mei 2009

Seoul Fc vs Sriwijaya Fc : 5-1

Sriwijaya FC kembali memperpanjang hasil buruk di pentas Liga Champions Asia (LCA) 2009 setelah ditekuk Soul FC 1-5, Selasa 5 Mei 2009. Ini merupakan kekalahan kelima SFC di pentas LCA musim ini.

Pada pertandingan yang digelar di Stadion World Cup, Seoul, Korea, Sriwijaya FC sempat memberi perlawanan di babak pertama. Sayangnya, SFC gagal mempertahankannya dan menjadi bulan-bulanan tuan rumah di babak kedua.

Seoul FC sudah unggul di menit ke-17 melalui pemain asingnya, Dejan Damjanovic. Namun, SFC mampu membalasnya pada menit ke-62 lewat striker Keith Kayamba Gumbs.

Sayangnya, skor imbang 1-1 ini tak bertahan lama. Pada menit 72, Damjanovic kembali mencetak gol untuk Seoul FC.

Tiga menit berselang, pemain Seoul FC lainnya, Sim Woo-yon juga sukses merobek jalan SFC yang dikawal oleh Ferry Rotinsulu. Wooyon kembali mencetak gol pada menit 79 sekaligus merubah skor menjadi 4-1.

Damjanovic akhirnya memastikan kemenangan timnya menjadi 5-1 lewat gol yang dicetak pada menit 90. Kekalahan ini merupakan yang kelima bagi SFC sejak tampil di LCA 2009.

Sedangkan bagi Seoul FC, ini merupakan kemenangan kedua dari lima pertandingan. Hasil ini kembali membuka peluang pasukan Senol Gunes untuk lolos ke babak berikutnya.

Senin, 04 Mei 2009

PREVIEW : Seoul FC vs Sriwijaya FC

Sriwijaya FC (SFC) babak belur. Di pentas Djarum Indonesia Super League (DISL), kans juara semakin tipis. Sedangkan di Liga Champions Asia (LCA), anak asuh Rahmad Darmawan tersebut dipastikan gagal menembus babak 16 besar. Itu disebabkan SFC selalu kalah dalam empat kali penampilannya di grup F. Namun, Charis Yulianto dkk bertekad "mati" terhormat.

SFC tetap fight saat bertamu ke Stadion World Cup meladeni jamuan tuan rumah Seoul FC pada laga kelima grup F hari ini pukul 14. 00 WIB (siaran langsung TPI pukul 14.00 WIB). "Bagi kami, lawan Seoul ibarat tryout. Inilah kesempatan untuk membangkitkan spirit agar kami bisa bersaing di Copa Indonesia IV," kata Rahmad kemarin (4/5).

Di antara delapan grup (fase 32 besar), Sriwijaya tercatat sebagai tim pertama yang gagal dengan perolehan nol poin. Disusul wakil Singapura Armed Force (SAF) di grup G. Di grup B, ada wakil Uni Emirat Arab (UEA) Sharjah yang juga tanpa poin. Sedangkan dua tim lagi berada di grup A. Masing-masing wakil UEA Al Ahli (1 poin) dan wakil Iran Saba Battery (2 poin).

"Biarlah itu jadi pelajaran sekaligus pengalaman. Saingan Sriwijaya memang berat. Saya pikir, orang akan maklum raihan kami," kelit pelatih asal Metro, Lampung, tersebut.

Tentang Seoul, tim yang berdiri pada 1983 itu sudah menyiapkan "kuburan" bagi tim lawan. Maklum, anak asuh Senol Gunes asal Turki tersebut sedang lapar kemenangan. Bahkan, mereka juga lapar dengan gol-gol besar.

Sebab, itulah satu-satunya cara runner-up Korea League (K-League) edisi 2008 tersebut untuk merebut satu tiket tersisa. Satu tiket lagi telah dipegang Gamba Osaka (Jepang). Kim Chi-Goon dkk akan bersaing dengan Shandong Luneng Taishan (Tiongkok) yang satu kakinya sudah menapak ke babak 16 besar. Shandong telah mengantongi tujuh poin. Mereka pun unggul selisih gol (surplus 4 gol). Sedangkan Seoul hanya empat poin.

"Tapi, kalau ternyata kami bisa imbang atau tidak kalah dengan selisih enam gol, saya pikir Seoul akan tersingkir. Namun, semua memang tidak berarti bagi kami. Yang bersaing itu Shandong dan Seoul," papar pria 42 tahun tersebut.

Meski bakal jadi sasaran bombardir Seoul, Sriwijaya masih punya nyali. Mereka siap meladeni juara Hauzen Cup 2006 tersebut. "Saya pikir, ini kesempatan pemain untuk mempromosikan diri, setidaknya kepada saya. Sebab, masih ada (juara) Copa Indonesia yang harus kami kejar," terangnya

Selasa, 21 April 2009

Sriwijaya Kembali Dipukul Gamba

Sriwijaya FC kembali keok di tangan Gamba Osaka dalam pertemuan kedua mereka di Liga Champions Asia. Kalah 0-5 di Osaka, Laskar Wong Kito kali ini takluk 0-3 di Palembang.

Bertanding di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Sriwijaya justru mendapat tekanan sejak menit pertama. Gamba yang berstatus juara bertahan LCA langsung menekan gawang Sriwijaya FC yang dijaga Dede Sulaiman. Tercatat tiga tembakan berbahaya mengarah ke gawang Dede di empat menit pertama.

Setelah itu, Sriwijaya mencoba melepaskan diri dari tekanan melalui serangan balik. Namun peluang yang mereka dapat pada menit keenam terlalu buru-buru diselesaikan Ngon A Djam.

Pada menit ke-11, giliran tendangan keras pemain nasional Jepang Yasuhito Endo membentur tiang kanan gawang Sriwijaya FC. Ngon mencoba mengancam balik gawang Gamba di menit 17 tetapi karena ketidaksabarannya, tendangannya terlalu lemah.

Gamba kemudian memiliki sejumlah peluang baik dari Endo maupun tandukan striker Masato Yamazaki pada menit ke-25 yang membentur tiang gawang.

Pasukan Akira Nishino itu mampu menjebol gawang Sriwijaya untuk pertama kali pada menit ke-30 melalui sepakan keras Leandro dari sudut kanan Dede Sulaiman, setelah dia lolos dari jebakan off-side menerima umpan jauh.

Tertinggal 0-1, para pemain Sriwijaya mencoba menekan melalui Keith Kayamba Gumbs, Ngon A Djam serta Zah Rahan. Tendangan keras Zah Rahan pada menit ke-43 tidak menemui sasaran.

Pada masa injury time, Gamba memperbesar keunggulan melalui Hayato Sasaki. Berawal dari tendangan Yamazaki yang membentur mistar, Sasaki berhasil menyikat bola rebound dengan tendangan kerasnya.

Pada babak kedua, Sriwijaya bermain lebih terbuka. Sementara di kubu Gamba, pelatih Nishino menarik keluar Leandro dan memasukan striker asal Korea Selatan, Cho Jae-jin. Endo juga digantikan dengan memasukan Tomokazu Myojin. Ditariknya dua pemain ini membuat Sriwijaya bisa lebih banyak menekan.

Pada menit ke-57, Zah Rahan menembak tipis di atas gawang Gamba. Sementara sontekan Ngon pada menit ke-63 mampu diantisipasi kiper Naoki Matsuyo.

Gamba lantas mencetak gol penutup melalui Cho Jae-jin pada menit 75 setelah lolos dari jebakan off-side. Skor 3-0 ini bertahan hingga peluit panjang dibunyikan wasit.

Dengan kekalahan ini Sriwijaya menjadi penghuni dasar Grup F tanpa satu pun poin. Sedangkan Gamba kian kokoh di puncak dengan 12 poin.

Susunan Pemain:
Sriwijaya FC: Dede Sulaiman, Marthen Christian Worabay (Amirul Mukmimin, 87'), Isnan Ali, Sulaiman Alamsyah Nasution, Syafrudin (M Nasuha, 69), Charis Yulianto, Tony Sucipto, Zah Rahan Krangar, Mohammad Mauly Lessi, Keith Gumbs, Ngon A Djam.

Gamba Osaka: Naoki Matsuyo, Takahiro Shimohira, Sota Nakazawa, Satoshi Yamaguchi, Yasuhito Endo (Tomokazu Myojin, 63'), Shinichi Terada, Michihiro Yasuda, Hayato Sasaki, Hideo Hashimoto, Montera Leandro (Cho Jae-jin, 46'), Masato Yamazaki.

Senin, 20 April 2009

SFC v Gamba : KAdo Special buat penonton

Gamba Osaka memberikan pelajaran berharga kepada Sriwijaya FC. Pada laga Liga Champion Asia (LCA) grup F Rabu (8/4), juara Jepang tersebut membungkam Sriwijaya dengan kemenangan telak 5-0! Meski bakal giliran menjadi tuan rumah, kans Sriwijaya untuk meraih angka penuh atas Gamba terbilang kecil.

Meski begitu, Laskar Wong Kito -julukan Sriwijaya- tetap percaya diri. Tim besutan pelatih Rahmad Darmawan itu siap menjamu Gamba di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, malam ini (tayangan langsung TPI pukul 19.00 WIB).

'Kami ingin memberikan kejutan untuk suporter,' kata Isnan Ali, bek sayap Sriwijaya. 'Kami masih punya semangat. Ini laga home. Jadi, tak ada istilah bermain bertahan seperti yang kami lakukan di Jepang,' tambah Rahmad Darmawan, pelatih Sriwijaya.

Ya, setelah tak lagi berpeluang lolos, target Sriwijaya adalah menyenangkan pendukungnya. Peluang itu terbuka karena Keith Kayamba dkk bakal mendapatkan motivasi berlipat saat bertarung di depan suporternya. Keunggulan teknik pasukan Gamba bakal diredam dengan penampilan penuh semangat punggawa Sriwijaya.

Ambisi juara Liga Indonesia itu untuk menembus babak 16 besar Liga Champions Asia memang sudah tertutup. Tiga kekalahan beruntun diterima Sriwijaya. Masing-masing dari Gamba Osaka (0-5), Shandong Luneng (0-5), dan Seoul FC (2-4). 'Sulit mengimbangi Gamba. Tapi, andai kami bisa menahan seri, apalagi menang, itu hadiah terbesar kami untuk suporter,' kata Isnan.

Di sisi lain, posisi Gamba sebenarnya sudah aman. Tim besutan pelatih Akira Nishino itu sudah lolos babak 16 besar setelah meraih tiga kemenangan. Selain menang 5-0 atas Sriwijaya, Sota Nakazawa dkk menghajar Seoul FC 4-2 dan membekuk Shandong Luneng 3-0.Sayang, Sriwijaya bakal tampil pincang. Kiper utama Ferry Rotinsulu dipastikan absen karena cedera setelah melawan Persib Bandung pada Jumat (17/4). Jadilah Dede Sulaiman sebagai satu-satunya penjaga gawang Sriwijaya di laga itu. Sebab, Andri Tani, kiper lain, belum terdaftar di AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia).

Sementara itu, kubu Gamba berjanji tampil ofensif. 'Lawan Sriwijaya adalah pertandingan penting bagi kami. Jadi, kami akan memainkan laga ini penuh spirit. Meski kami bisa menang 5-0 di kandang sendiri,' ujar kapten Gamba Satoshi Yamaguchi.

Jelang SFC v Gamba osaka

Peluang Sriwijaya FC (SFC) Palembang untuk lolos ke babak kedua Liga Champions Asia (LCA) sangat tipis. Dibutuhkan keajaiban untuk merealisasikannya.

Syaratnya memang superberat. Laskar Wong Kito (julukan SFC) harus mampu menyapu bersih kemenangan pada tiga laga sisa di grup F. Sebab, pada tiga laga sebelumnya, anak asuh Rahmad Darmawan itu menelan tiga kekalahan beruntun. Yaitu, kekalahan home 2-4 dari Seoul FC, Korsel (10/3), away 0-5 dari Shandong Luneng Taishan, Tiongkok (17/3), dan tandang 0-5 dari Gamba Osaka, Jepang (8/4).

Nah, langkah berat itu akan coba dilalui saat melawan Gamba (foto) besok malam (21/4) di Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang. "Kami akan menikmati pertandingan. Sekarang rasanya tidak ada beban lagi. Untuk lolos dua besar memang sangat sulit," ungkap pelatih SFC Rahmad Darmawan kemarin (19/4).

Tapi, dia menjamin bahwa anak asuhnya tetap bermain menyerang, tidak lagi anti-football seperti yang mereka peragakan di Expo 77, markas Gamba. "Kalau tidak menang, ya minimal seri. Kami ingin memberikan kejutan kepada suporter," sambung pelatih asal Metro, Lampung, tersebut.

Sayang, SFC tidak bisa tampil dengan kekuatan penuh. Kiper utama Ferry Rotinsulu hampir pasti absen. Rahmad tidak mau ambil risiko dengan memaksakan Ferry tampil. Toh, SFC sendiri punya konsenterasi yang lebih penting, yaitu Copa Indonesia IV, termasuk mengejar dua besar (minimal runner-up) di Djarum Indonesia Super League (DISL). "Saya percaya Dede (Dede Sulaiman, kiper cadangan SFC, Red) karena dialah yang fit saat ini," pungkas pelatih yang pernah menimba ilmu sepak bola di Jerman itu

Rabu, 08 April 2009

Gamba Osaka Cukur Sriwijaya FC 5-0


Gamba Osaka Cukur Sriwijaya FC 5-0 Sriwijaya FC dipermalukan Gamba Osaka 0-5 pada partai Liga Champions Asia di Stadion Expo 70, Osaka, Rabu 8 April 2009. Pada 45 menit pertama pasukan Rahmad Darmawan sudah tertinggal 0-2.

Gawang Sriwijaya yang dikawal Ferry Rotinsulu masih mampu dijaga kehormatannya hingga lima menit menjelang jeda. Sayang pada menit ke-40, kurang rapinya pertahanan yang digalang Charis Yulianto dan kawan-kawan mendatangkan petaka buat Sriwijaya.

Umpan lambung Sasaki Hayato ke jantung pertahanan tak bisa diantisipasi tim tamu. Berlari bebas ke depan gawang, Leandro Motero dengan satu sontekan membawa Gamba unggul.

Gamba tak perlu lama untuk bisa memperbesar keunggulan. Berawal dari penetrasi Gamba di sayap kanan pertahanan lawan, Leandro kembali mendapat umpan matang yang mengubah kedudukan menjadi 2-0 yang bertahan sampai turun minum.

Setelah tertinggal 0-2 di babak pertama, Sriwijaya kembali kebobolan tiga gol di babak kedua.

Gol ketiga merupakan hasil bunuh diri pemain belakang Laskar Wong Kito, Ambrizal, dimenit 49. Hanya berselang tiga menit, gol keempat sudah tercipta lewat Yamaguchi Satoshi. Disusul kemudian oleh Yasuda Michiro (68).

Dibabak kedua, pemain Gamba makin kencang melancarkan serangan. Meski terlihat lebih santai dibanding babak pertama, Laskar Wong Kito tetap keteteran mengatasinya.

Ini terlihat dalam gol ketiga Gamba. Dimana sodoran bola Ambrizal pada kiper Ferry Rotinsulu salah dibaca dan malah menyusur ke dalam gawang Sriwijaya.

Ferry dan Ambrizal hanya bisa termangu atas gol itu. Sang kiper bahkan sempat menggelengkan kepala pada tandemnya di lini belakang itu.

Masih belum puas, tuan rumah terus memborbardir dan menghasilkan gol kelima di menit 68. Michiro melepaskan tembakan ke arah kanan gawang, Ferry telat bereaksi dan bola dengan mudah menyusur masuk kembali.

Menit 78, Budi Sudarsono nyaris saja merobek jala Fujigaya Yosuke. Sayang, mantan pemain Persik Kediri itu gagal memanfaatkan umpan dan bola malah melebar. Itulah satu-satunya serangan Laskar Wong Kito di babak kedua.

Selepas itu, Gamba tidak berhenti melakukan tekanan. Namun hingga pertandingan berakhir, tak ada tambahan gol lagi. Skor akhir, 5-0 untuk Gamba Osaka.

Atas hasil ini, Gamba makin perkasa di klasemen Grup F Liga Champions Asia dengan poin sembilan. Sedangkan Sriwijaya terpuruk sebagai juru kunci dengan poin nol.

Selasa, 07 April 2009

Mencoba Membuat Frustrasi Gamba


Mencoba Membuat Frustrasi Gamba Sriwijaya FC (SFC) Palembang dalam posisi sulit. Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) terancam tersisih lebih dini di Liga Champions Asia (LCA) 2009. Dalam dua laga yang telah dilalui, Sriwijaya FC kebobolan sembilan gol. Hasil tersebut membuat mereka terbenam di dasar klasemen grup F dengan nilai kosong.

Nah, di pertandingan ketiganya hari ini, Charis Yulianto dkk harus menantang sang juara bertahan Gamba Osaka. Celakanya, Sriwijaya FC akan melakoni pertarungan di kandang Gamba, Stadion Expo 70, Osaka, Jepang. (Tayangan langsung TPI pukul 16.30 WIB).

"Kami sadar bahwa posisi Sriwijaya FC sulit. Karena itu, kami akan mengubah pola permainan. Kami tidak akan menerapkan permainan terbuka melawan Gamba," kata Rahmad Darmawan, pelatih Sriwijaya FC, kemarin (7/4).

Bermain terbuka, menurut Rahmad, sama dengan memperlebar peluang Gamba membobol gawang Sriwijaya FC sebanyak-banyaknya. Sebab, tim dari Negeri Matahari Terbit itu sangat produktif. Dari dua partai di LCA musim ini, Gamba telah mengemas tujuh gol.

Tak tanggung-tangguh, tujuh gol itu dilesakkan ke tim raksasa Tiongkok Shandong Luneng (3-0) dan FC Seoul Korsel (4-2). Padahal, seperti diketahui, Sriwijaya FC justru dibantai oleh dua tim tersebut. Jawara Liga Indonesia musim lalu itu dipermalukan FC Seoul 2-4 dan dicukur Shandong lima gol tanpa balas.

Rahmad tidak ingin pengalaman buruk tersebut terjadi. Karena itu, mantan pelatih Persipura Jayapura tersebut akan menerapkan permainan bertahan. Rahmad akan memasang lima pemain belakang sekaligus sejak kick-off dengan skema 5-3-2. "Dengan bermain bertahan, kami ingin mencoba dan berusaha membuat Gamba frustrasi. Semoga dengan begitu kami bisa menikmati hasil seri," ujarnya.

Terpisah, Gamba semakin bernafsu mengejar kemenangan. Mereka ingin melanjutkan donasi positif dalam dua pertandingan sebelumnya kala menjamu Sriwijaya FC. "Kami hanya menginginkan kemenangan atas Sriwijaya FC," tegas Akira Nishino, arsitek Gamba Osaka.

Kamis, 02 April 2009

Pengaruh Besar LCA


Pengaruh Besar LCA Dua kekalahan telak dari Seoul FC dan Shandong Luneng di Liga Champions Asia (LCA) membuat performa Sriwijaya FC (SFC) mendekati anti klimaks.

Berubahnya performa SFC terlihat pada dua laga kandang menjamu Deltras Sidoarjo dan PSM Makasar di kompetisi domestik. Meskipun memang atas Deltras, karakter bermain cepat nan indah yang selalu dipertontonkan Zah Rahan dkk tidak muncul. Begitu juga saat ditahan imbang PSM. Meski sudah bermain cantik, SFC tidak menciptakan gol. Padahal, sebelum Charis Yulianto dkk tampil di LCA, penampilan mereka masih terjaga. Motivasi, mental, dan semangat tempur untuk memenangkan pertandingan selalu ada dalam diri pemain.

Memang, dampak dari perubahan tersebut belum terlalu signifikan. Namun, jarak antara SFC dan Persipura yang berada di puncak klasemen semakin melebar. Sementara itu, Persija Jakarta yang masih menyimpan empat pertandingan siap menyalip posisi SFC di posisi runner-up. Apakah ini pertanda bahwa asa Laskar Wong Kito untuk mempertahankan gelar sudah kian menjauh? Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin mengakui, untuk bangkit dari kekalahan yang mereka alami di LCA, memang sangat berat.

’’Dari awal kami telah sadar bahwa kami tidak menargetkan apa pun di LCA. Tapi, dari kekalahan dua laga tersebut, mungkin bisa menjadikan pemain lebih tertekan. Bahkan, bukan saja pemain, manajemen pun ikut tertekan karena suporter tidak menginginkan itu,” ujarnya kepada Harian Seputar Indonesia. Hendri mengatakan, memang partisipasi di LCA sedikit membawa pengaruh dalam pertandingan yang dijalani SFC di kompetisi domestik. Sebab, pemain mengalami kelelahan.

’’Kelelahan itu karena jadwal kami yang sangat padat. Selain itu, semangat lawan-lawan di Liga Super untuk turut mengalahkan SFC sangat tinggi. Jelas ini menambah tekanan kami,” sambungnya. Hanya, Hendri tetap berharap publik sepak bola Palembang bisa menerima kondisi yang tengah dialami tim kesayangannya pada ajang seberat LCA. Sebab, sangat sulit bagi SFC untuk dapat lolos ke babak selanjutnya dengan rival, seperti Gamba Osaka, Shandong, Seoul, yang kekuatannya jauh melebihi SFC. Asisten Pelatih SFC Satia Bagdja Ijatna menambahkan, secara psikologis, kekalahan di LCA membuat pemain tertekan.

Belum lagi dengan padatnya jadwal yang mereka hadapi di Liga Super dan Piala Indonesia. ’’Makanya, sekarang kami berupaya menghilangkan beban pemain,” ucapnya. Terlepas dari adanya pengaruh besar dalam penampilan SFC seusai mengarungi beratnya atmosfer LCA, tetap saja Pelatih SFC Rahmad Darmawan berusaha memperbaiki kinerja anak asuhnya

Rabu, 01 April 2009

Sriwijaya FC Cemaskan Suhu Dingin di Jepang


Sriwijaya FC Cemaskan Suhu Dingin di Jepang Sriwijaya Football Club (SFC) asal Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel), mencemaskan suhu dingin yang akan mempengaruhi kondisi fisik pemain pada laga melawan Gamba Osaka, di Stadium Expo`70 Osaka, Jepang, Rabu (8/4).

Informasi dari manajemen SFC, di Palembang, Kamis, memastikan lanjutan pertandingan ketiga pada babak penyisihan grup F Liga Asia/ACL (Asian Champions League) 2009 yang harus dijalani kesebelasan kebanggaan Sumsel yang mewakili Indonesia itu.

"Berlaga dengan suhu dingin akan menurunkan kemampuan fisik pemain hingga sepuluh persen. Semakin dingin maka kondisi fisik bisa semakin turun," kata Satia Bagdja Ijatna, pelatih fisik SFC.

Dia mencontohkan saat pertandingan "Laskar Wong Kito" (julukan SFC) sebelumnya, pada laga tandang ke China melawan Shandong Luneng Taisan (17/3), yang berakhir dengan skor telak 5-0 untuk tuan rumah.

"Semakin lama pemain akan makin sulit bernapas, karena terbiasa berlatih di daerah tropis bersuhu 12-16 derajat Celcius. Sedangkan di Jepang, saat ini suhunya antara 12-16 derajat Celcius," kata pelatih asal Bandung ini pula.

Namun dia tetap berharap, para pemain SFC memiliki fisik yang prima supaya tidak mudah terserang penyakit.

"Sepulang dari China, hampir seluruh pemain terkena sakit flu dan bibir pecah-pecah, malahan Kayamba dan Benben (Kayamba Gumb, kapten tim dengan posisi striker, Benben Berlian, gelandang, Red) terkena mimisan saat pertandingan," ujar Satia.

Secara terpisah, Manajer Pertandingan Gamba Osaka, Yasuhiro Yamamoto, justru tidak mempermasalahkan suhu panas daerah tropis pada saat timnya bertandang ke Palembang.

"Palembang memang panas, tapi suhu panas ini masih kalah dengan musim panas di Jepang saat musim semi," kata Yasuhiro yang datang ke Palembang itu pula.

Ia sengaja datang ke Palembang sejak Minggu (29/3), untuk menganalisa kekuatan SFC dan kesiapan tuan rumah menggelar pertandingan sepak bola antarklub di Asia itu

Rabu, 18 Maret 2009

PSMS Successfully Reach Prime Victory At AFC Cup

Johor FC Malaysia (Hijau)PSMS Medan ultimately successful snatch victory in the inaugural AFC Cup 2009. Guest home team Malaysia, Johor FC at the Stadium Barat, Jakarta, Tuesday, March 17, 2009, Chicken Kinantan winning 3-1.

Round elimination in the advanced group F, the PSMS behind the first goal for the Johor FC, Mohd Azuwad minutes to-21. However, in the second phase, successful PSMS reply to three goals through Ellie Aiboy feet (53 '), Leonardo Zada (54'), and the goal suicide survive forces Bee-dub-Johor FC, Madzlan Bin Emoi to-66 minutes.

Thanks to the victory, the successful PSMS crawl out of position to the most recent runner-up position while Klasemen group F. From 2 appearance times Chicken has been Kinantan collect 3 points. In the first PSMS less in the hands of the original Hong Kong team South FC 0-3.

In the first phase, PSMS actually quite dominate the attack. Even Ellie Aiboy cs several times threatening hurdle Johor FC are kept by Mohammad Anis.

One of them occurred early in the first round. Ellie get the bait from the middle of the field to successfully enter the penalty box to the front.

From a distance not too far, former Selangor FC players unleash the backlash to the right side of the wicket Johor FC. Unfortunately, Ellie telalu backlash able to be broken so that the weak by Anis.

Preoccupation attack is sure to survive PSMS. From behind the attack, Johor FC successfully break the gate guarded by PSMS Galih Sudharyono in the minutes to-21 through tandukan Mohd Azuwad.

PSMS 0-1 behind to try to increase again serangannya. The result, Chicken Kinantan successfully got one foot through the golden opportunity Rahmat Affandi in the phase I. Unfortunately tendangannya's still in the penalty box on the left side of the broad gate Johor FC. Until phase I is complete, the score did not change the team for 0-1 guests.

Entering the second phase, PSMS showed little change. Attacks by troops who built Liestiadi Lo is more varied.

This strategy is proven effective. Evidence, in the minutes to-54, Ellie successfully bring into position 1-1. From behind the attack, Ellie is able to outwit the goalie Johor FC sontekan measured.

Gol Ellie memantik spirit Chicken Kinantan. A minute later, turn Zada Leonardo contributed to the goal for PSMS. Unfortunately this goal Offside smell.

Not create a winning 2-1 PSMS gempuran flagging. Pressure for the pressure line by continually been PSMS attacker. The result, Ellie successfully forced back Johor FC, Madzlan Bin Emoi make gol suicide in the minutes to-66.

Intend to scare the ball, thus Madzlan prescind Ellie backlash toward gawangnya own. As a result, Anis who is not able to step off mengantisipasinya.

Score again changed to 3-1 for PSMS. Remaining in the second round, PSMS still has a line of golden opportunities. Unfortunately, none bear a touchdown. Until the second round ended, does not change the score 3-1 for the host

Sriwijaya FC defeated Shandong Luneng 0 - 5

Sriwijaya FC again swallow defeat in Asian Champions League place. This time, Sriwijaya FC dihajar soundly by Shandong Luneng (China home club) with a score telak without reply 0 - 5 in the Shandong Sports Center Stadium, Jinan, China.


Make it to the cage Shandong, Shandong Sports Stadium, China, Tuesday, March 17, 2009, SFC has been pierced three goals in the first round. Individual goals through printed by Li Jinyu (15 '), Han Peng (20'), and Li Jinyu (25 ').

In the second phase, Shandong add back a 5-0 advantage. Two goals this diborong Miljan Mrdakovi? minutes to-79 'and 83'. This is the second defeat for the SFC. Previous Rahmad Darmawan troops defeated with the score 2-4 in the hands of FC Seoul.

Due to the SFC defeat this terpuruk in the position most bunci Klasemen while one group F without any points. Conversely, in the first Shadong less Gamba Osaka 0-3 on the rise to a rank order to replace the 3-position of SFC.

Defense SFC has been depressed since the first round begins. Shandong dimotori the attack by Li Jinyu and Han Peng several times threatening that hurdle SFC kept back by Dede Sulaiman.

Striker Li Jinyu successful tear hurdle in the SFC to-15 minutes. Gol is created using the bait Aleksandar Zivkovic cross from the left side of the defense SFC.

Pressure continues to be done by troops Ljubisa Tumbakovic. The result, in the minutes to-20, Han Peng forced back Dede collect the ball from gawangnya. Han Peng who escaped from the traps Offside successfully put in a nest with a simple ball to wicket SFC.

Lag 0-2 players make mental fallen SFC. Error for the mistake made often start back jawara Liga and Copa Indonesia Indonesia seasons ago that. Even in the minutes to-25, Ambrizal make fatal errors that culminate in the goal.

Ambrizal the ball too long in the area pertahannya able to provide the opportunity for the opponent to grab Han Peng ball. After the ball, Han Peng and give fodder to the short leg Li Jinyu who completed a perfect kick through distance learning.

The host is actually a victory in the minutes to-40. This opportunity is also not free from carelessness behind the SFC, charis Yulianto. Feed the captain of one of Timnas was able to be seized by Wang Liang.

Unfortunately, Liang memaksimalkannya can not afford to become a scorer. Tendangannya distance of several meters from the gate is only able to bend the pole before scrolling to the field.

Meanwhile, the only chance created in the SFC to the minute through a 30-foot Ngon A Djam. However backlash foreign legion was still too weak so that the goalkeeper is able to anticipate by Shandong Lo Leilei. Until after the first round, does not change the score 3-0 for Shandong.
Second Round In the second phase, SFC try dropping pursue action through Kayamba Keith Gumbs and Christian Warobay. Unfortunately, the opportunities that do not bear fruit both goals.

Warobay hard kick in the minute-to melenceng still some 57 cm on the left side of the wicket that kept Shandong Li Lielie. The same fate also experienced in Gumbs to-90 minutes. Although dealing directly with the goalkeeper, Gumbs failed to print the score. Tendangannya still able ditepis Lielie.

Instead, the host re-add advantage. The origin of Serbia, Miljan Mrdakovi? become actors for the last two goals Shandong. Shandong dicetaknya fourth goal on 79 minutes to. Mrdakovi? ago perfected a 5-0 victory over the team goal at the dibuatnya to-83 minutes

Minggu, 15 Maret 2009

Sriwijaya FC Must Win From Shandong Luneng!


Shandong LunengSriwijaya FC perforce must work to improve its position in the Asian Champions League Klasemen, because in the match before, Laskar Wong kito (nickname Sriwijaya FC) successfully be caused to bow FC Seoul. In the next fight, tomorrow, will be challenging Sriwijaya FC host Shandong Luneng.


Capable of holding imbangtuan home alone is enough for Laskar Wong kito, SFC.Itu surname meaning, all the teams do not expect too grandiose to fight the second most elite competition this antarklub Asia. In terms of preparation, Trainer SFC Rahmad 'RD' Darmawanhanya memilikiempathariuntukmelatih strategies to be implemented in Jinan tomorrow afternoon.

In addition, from time after sepekan face FC Seoul, on Tuesday (10 / 3), SFC busy with searching for a replacement goalkeeper. Meanwhile, the Shandong-time sepe this is already more than enough to set the Trainer Ljubisa Tumbakovic working Shu Chang et al. However, the lack of preparation means that the SFC is not jawara Indonesia seasons ago that the only pasrah fate.

That, far from Palembang flights to Jinan will inject motivation for the players not to go home with heads bowed. According to RD, in the country until after the Bamboo curtains yesterday morning, he was re-ber times encourage se-mangat charis Yulianto dkk to continue to enjoy the game of the match to the LCA.

"Repeat times I say, in the preparation of our event LCA is different from the preparation or the UEFA Super Cup Indonesia. Indeed, we are exposed to the lack persiapan.Tapi, it does not mean we will always appear seadanya.Justru I motivate children to enjoy the game and do not have this feeling minder, "he said to the Sindo.

RD-conscious, the strength of three rival the SFC is in Group F LCA is the teams that are far above them. 2-4 defeat of FC Seoul also men-so valuable capital in the fight for the se-added. "Characters Shandong ti-dak far different from Seoul. They certainly memain-kan effective football which is very simple.

The way that it should be broken children, "sambungnya. In fact, RD strategy will still play normally. This means that SFC will not survive even though the opponent is far stronger than dkk.Apalagi charis, dinginnya to weather problems in China at this time, RD asuhnya invites children to be more relaxed.

Greeting the architect diamini defender charis. India captain Timnas ready to fight this tooth and confess any strength Shandong. "All the people already know and have to predict exact results. That's up to me-reka.Tapi, we also face the human remains have kekurangan.Jadi, untukapa afraid, "he said.

According to the plan, the SFC will be a new adaptation weather afternoon practice ini.Karena, RD and pasukannya new Jinan Airport arrived at around 12:38 local time. "We're just passing through travel melelahkan.Mungkin, tomorrow (today) a coach will bring children's exercise, "said Assistant Physical Trainer SFC Satia Bagdja Ijatna.